Kisah Nyata Tragedi Gunung Lawu 1987, 15 Santri Nguruki Meninggal

Kisah Nyata Tragedi Gunung Lawu 1987, 15 Santri Nguruki Meninggal

chat_bubble_outline 0
Gunung Lawu

Hari masih siang, namun cuaca saat pendakian mulai gelap karena cuaca mendung. Gelapnya cuaca karena kondisi alam yang mulai mendung membuat para santri ini mulai menggunakan lampu penerang yang mereka bawa.

Tak lama kemudian, hujan deras pun turun. Inilah yang membuat pendakian para santri mengalami keterlambatan.

Seharusnya mereka sudah sampai dititik yang ditentukan pukul 15.00 WIB. Namun mereka baru sampai pada pukul 18.00, faktor cuaca menjadi penyebab keterlambatan itu.

Hingga hari berganti, regu 2 dan 3 belum juga kembali. Baru regu 1, 4 dan 5 telah sampai. Regu II melalui perjalanan yang berat dan terjal.

Sejak siang hari Lawu sudah diguyur hujan. Mereka kesulitan untuk kembali lagi ke perkemahan, sehingga pada pukul 19.00 WIB, Regu II memutuskan untuk menginap secara darurat.

Hingga akhirnya pagi hari regu dua bisa kembali ke perkemahan keesokan harinya meski dengan penderitaan. Mereka tak membawa bekal ditambah hujan deras membuat beberapa orang di regu mengalami sakit.

Beruntung, salah satu santri bernama Jafar yang juga ada di regu II memiliki pengalaman dalam hal pengobatan.

Jafar yang saat kejadian itu merupakan siswa kelas 1 SMA dan baru beberapa bulan sekolah di Ponpes Al Mukmin.

Dengan ilmu keperawatan yang dia miliki dapat dimanfaatkan untuk membantu anggota kelompok II yang sakit. Ada anggota yang kram, kejang-kejang meskipun tak parah, sampai menggigil kedinginan.

Rabu, 16 Desember 1987 pagi, regu II memiliki semangat baru untuk menyusuri jalan pulang. Akhirnya mereka menemukan pipa air dan menyusurinya hingga sampailah di perkemahan Mojosemi sekitar pukul 10.00 WIB.

Lain halnya dengan yang dialami regu III. Regu III ternyata melangkah terlalu jauh dari perjalanan yang sudah dilewati.

Regu III yang berisikan 24 anggota, secara perlahan menuruni bukit dan lereng yang cukup curam untuk kembali menuju perkemahan. Cuaca buruk membuat mereka tak bisa kembali tepat waktu

Namun beberapa pendaki masih tersasar hingga ke pemukiman warga. Para santri dari regu III yang berhasil sampai ke perkemahan melaporkan kondisi kelompoknya yang memprihatinkan akibat sakit dan beberapa sempat pingsan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya