KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Agenda pemberantasan korupsi yang digaungkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar.
Penegakan hukum secara adil dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Kyai Muhammad Nuril Huda, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurutnya, ketegasan pemerintah memberikan harapan bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Ia menilai langkah nyata dalam menangani korupsi juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik. Pemerintah, kata dia, harus terus membangun sistem yang akuntabel dengan penegakan hukum yang profesional.
Nuril Huda menegaskan, proses hukum terhadap perkara korupsi harus dilakukan secara adil dan tidak diskriminatif. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai aturan, tanpa mempertimbangkan jabatan, latar belakang maupun kedekatan politik.
“Kami menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Presiden beserta jajaran untuk menegakkan hukum secara adil dan tidak tebang pilih, terutama dalam kasus korupsi. Korupsi telah menjadi penghambat kemajuan dan merusak kehormatan bangsa ini,” ujar Kyai Muhammad Nuril Huda.
Menurutnya, langkah membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi harus tetap ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku. Prinsip tersebut perlu diterapkan kepada setiap pihak tanpa pengecualian.
“Kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah Presiden untuk membersihkan pemerintahan Negara Republik Indonesia dari para koruptor melalui proses hukum yang dibenarkan oleh negara, tanpa memandang bulu,” lanjutnya.
Ia berharap konsistensi dalam pemberantasan korupsi mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Upaya tersebut juga diharapkan dapat membawa Indonesia menuju kemajuan serta meningkatkan kehormatan bangsa.
Selain mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum, Nuril Huda mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam pencegahan korupsi. Budaya kejujuran, integritas dan kepatuhan terhadap hukum perlu diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perang melawan korupsi bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum. Partisipasi seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk membangun Indonesia yang bersih dari praktik koruptif.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.