PALEMBANG, HARIANKOTA.COM – Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak lagi bekerja sekadar menggugurkan kewajiban administratif.
Menurutnya, birokrasi harus bergerak dengan ukuran yang jelas, yakni seberapa besar program pemerintah mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, peningkatan kesejahteraan maupun pemberian bonus akan dikaitkan dengan capaian kinerja setiap aparatur.
Pesan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat memberikan arahan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam apel gabungan di Kambang Iwak.
Ia menilai tantangan pemerintahan saat ini menuntut aparatur bekerja lebih cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil, bukan sekadar menyelesaikan proses administrasi.
Ratu Dewa menegaskan setiap perangkat daerah harus mempercepat realisasi program pembangunan serta meningkatkan mutu pelayanan publik.
Evaluasi terhadap kinerja aparatur, kata dia, akan menjadi dasar dalam memberikan penghargaan maupun tambahan kesejahteraan.
“Hak dan bonus akan berbanding lurus dengan prestasi. Kinerja Saudara jangan stagnan atau jalan di tempat. Serapan program juga harus cepat,” ujarnya.
Menurut Ratu Dewa, sistem penghargaan yang berbasis prestasi diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan akuntabilitas birokrasi.
Aparatur yang mampu menghasilkan kinerja terbaik layak memperoleh apresiasi, sedangkan kinerja yang tidak berkembang harus menjadi bahan evaluasi.
“Logikanya sederhana. Kinerja meroket, kesejahteraan mengikuti. Kinerja melempem, jangan harap ada bonus,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa juga mengapresiasi kontribusi seluruh jajaran Pemerintah Kota Palembang yang telah menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343.
Ia menyebut peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan efisiensi anggaran sebagai capaian yang perlu dipertahankan melalui kerja birokrasi yang semakin efektif.
Selain mendorong peningkatan produktivitas, Ratu Dewa mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tugas sebagai pelayan publik dan kehidupan keluarga.
Menurutnya, keluarga yang harmonis akan menjadi sumber semangat bagi aparatur dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Sesibuk apa pun kita melayani masyarakat Palembang, jangan pernah melupakan senyum anak dan pasangan kita di rumah. Pulanglah dengan rasa bangga, bawalah kebahagiaan untuk mereka. Karena dari keluarga yang harmonis, energi baik untuk membangun kota ini bermula,” katanya.
Apel gabungan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada 42 ASN yang memasuki masa purna tugas per Juli 2026. Pemerintah Kota Palembang turut memberikan penghargaan kepada 13 Sekolah Adiwiyata dan enam dunia usaha yang menjadi pembina Sekolah Adiwiyata Tahun 2026.
Menutup arahannya, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang telah menuntaskan masa pengabdian di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
Ia berharap pengalaman, dedikasi, dan integritas yang telah ditunjukkan selama bertugas dapat menjadi inspirasi bagi aparatur yang masih melanjutkan pengabdian.
“Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya selama ini,” pungkasnya.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.