DENPASAR, HARIANKOTA.COM – Warga di Jalan Letda Reta, Denpasar Timur, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak dalam kondisi kritis pada Minggu (5/7/2026) dini hari.
Meski sempat ditemukan masih bernapas dan mendapat pertolongan warga, pria yang belakangan diketahui bernama Novi Arianto (44), warga Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia sebelum ambulans tiba di lokasi.
Hasil pemeriksaan awal kepolisian mengarah pada dugaan korban meninggal akibat sakit. Tim Identifikasi Polresta Denpasar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, polisi masih menelusuri identitas dan tempat tinggal korban di Denpasar untuk menghubungi pihak keluarganya.
Peristiwa itu bermula saat seorang pemilik warung bersama anaknya bersiap menutup usahanya sekitar pukul 00.30 WITA.
Ketika menoleh ke arah pinggir jalan, keduanya melihat seorang pria terbaring dalam kondisi lemah. Mereka kemudian menghampiri korban bersama warga sekitar dan memastikan pria tersebut masih bernapas.
Melihat kondisinya yang membutuhkan pertolongan, warga memindahkan korban ke area parkir sebuah toko di dekat lokasi agar tidak berada di badan jalan.
Pada saat bersamaan, warga menghubungi ambulans BPBD Kota Denpasar serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Sekitar 10 menit kemudian, petugas medis bersama personel Polresta Denpasar tiba di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban tidak menemukan luka yang mengarah pada tindak kekerasan.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang memeriksa kondisi korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Adi.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon seluler, dompet yang berisi kartu ATM dan uang tunai, serta obat pereda nyeri yang ditemukan berada di sekitar korban. Barang-barang tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi dan penyelidikan.
Jenazah Novi kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. Hingga Minggu siang, kepolisian masih berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat guna menelusuri alamat tempat tinggal korban sekaligus menghubungi pihak keluarga.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.