SOLO, HARIANKOTA.COM – Sorak kecil dan tepuk tangan silih berganti terdengar dari halaman Monumen Pers Surakarta saat Argentina menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam.
Warga yang mengikuti nonton bareng (nobar) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta tampak larut menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi.
Sesekali penonton berdiri ketika Argentina menciptakan peluang. Namun suasana berubah lebih tenang saat Lionel Messi gagal memaksimalkan tendangan penalti. Beberapa penonton tampak menggelengkan kepala, sementara yang lain tetap memberi semangat sambil berharap Argentina segera bangkit.
Harapan itu perlahan terjawab. Pertandingan berjalan terbuka dengan aksi saling menyerang dari kedua tim. Setiap gol disambut tepuk tangan dan sorak spontan dari penonton hingga Argentina akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-2 sekaligus memastikan langkah ke babak perempat final.
Di luar jalannya pertandingan, kebersamaan menjadi warna utama dalam kegiatan tersebut. Warga menikmati pertandingan sambil menyantap hidangan yang disediakan panitia. Tak butuh waktu lama, 100 porsi tengkleng yang disiapkan ludes dinikmati pengunjung. Panitia juga menyediakan ayam bakar, angkringan, serta membagikan doorprize yang semakin menghidupkan suasana nobar.
Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, bersyukur kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.
“Alhamdulillah, nobar bersama masyarakat berjalan lancar. Antusiasme warga cukup baik dan 100 porsi tengkleng yang kami siapkan habis dinikmati pengunjung,” ujar Sri Hartanto.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menjalin kebersamaan di ruang publik.
Melihat antusiasme warga, PWI Surakarta mempertimbangkan kembali menggelar nobar pada pertandingan semifinal maupun final Piala Dunia. Gagasan tersebut juga telah dibicarakan bersama Kepala Monumen Pers, Widodo, agar kawasan Monumen Pers dapat kembali dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan yang terbuka bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Selain menjadi hiburan, nobar juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menghidupkan Monumen Pers sebagai ruang publik yang dapat dinikmati bersama,” kata Sri Hartanto.
Bagi banyak warga yang hadir, malam itu bukan hanya tentang hasil akhir pertandingan. Mereka pulang membawa pengalaman menyaksikan sepak bola bersama dalam suasana yang akrab, ditemani hidangan sederhana dan obrolan yang mengalir sepanjang pertandingan.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.