Disparpora Karanganyar Mulai Registrasi Jip Wisata, Target Rampung Juli 2026

Disparpora Karanganyar menargetkan registrasi seluruh jip wisata selesai pada Juli 2026. Program ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan wisatawan melalui pendataan dan ramp check kendaraan.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) mulai melakukan pendataan dan registrasi seluruh jip wisata yang beroperasi di kawasan wisata.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban layanan wisata, terutama setelah terjadinya kecelakaan jip wisata beberapa waktu lalu.

Kepala Disparpora Karanganyar, Yopi, mengatakan registrasi dilakukan bekerja sama dengan Indonesia Offroad Federation (IOF), Satlantas Polres Karanganyar, serta Dinas Perhubungan. Selain mendata kendaraan, pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check.

“Selama ini jip wisata berjalan sendiri-sendiri dalam kelompok masing-masing dan belum memiliki data resmi. Karena itu kami melakukan registrasi agar wisatawan maupun pelaku usaha mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Menurut Yopi, jumlah jip wisata di Kecamatan Ngargoyoso saja telah mencapai lebih dari 300 unit. Jumlah tersebut belum termasuk armada jip wisata yang beroperasi di kawasan Tawangmangu, sehingga diperlukan pendataan menyeluruh.

Melalui program registrasi tersebut, setiap kendaraan nantinya akan tergabung dalam organisasi resmi dan memiliki kartu keanggotaan IOF. Pemeriksaan juga akan mencakup kelayakan kendaraan serta kompetensi pengemudi untuk memastikan standar keselamatan wisata terpenuhi.

“Tujuannya membangun iklim pariwisata yang sehat sesuai prinsip Sapta Pesona. Kendaraannya harus layak jalan, pengemudinya kompeten, dan wisatawan merasa aman,” jelasnya.

Saat ini Disparpora telah menggelar dua kali sosialisasi kepada para ketua paguyuban dan komunitas jip wisata. Tahapan berikutnya adalah registrasi kendaraan berdasarkan masing-masing klub.

Yopi menargetkan seluruh proses registrasi selesai pada Juli 2026. Selanjutnya, pada Agustus mendatang seluruh pelaku usaha wisata diharapkan telah tergabung dalam asosiasi resmi, termasuk pembentukan organisasi kepariwisataan seperti Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), ASITA, maupun organisasi pelaku usaha wisata lainnya di Kabupaten Karanganyar.

Di sisi lain, Yopi menyebut kunjungan wisatawan ke Karanganyar selama masa libur sekolah mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan wisata, khususnya di jalur Bejen hingga Tawangmangu pada akhir pekan.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Akhir pekan kemarin antrean kendaraan menuju kawasan wisata cukup panjang. Bahkan kepadatannya terasa lebih tinggi dibandingkan saat libur Lebaran,” katanya.

Ia berharap tingginya minat wisatawan dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, sehingga sektor pariwisata Karanganyar semakin aman, tertib, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya