KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – SMA Al-Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) Karanganyar menggelar Akhirussanah Angkatan III. Prosesikelulusan ini digelar selama dua hari, yakni pada Sabtu, 13 Juni 2026 untuk jenjang SMA dan Ahad, 14 Juni 2026 untuk jenjang SMP.
Tahun ini Akhirussanah dengan mengangkat semangat perjuangan Pangeran Diponegoro sebagai inspirasi bagi para lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Al Ustadz Ahmad Zulfiqar Azizurrahman Al Arif, selaku Director of International Affairs & Public Relations Al Azhar IIBS sebut Akhirussanah yang digelar di Tawangmangu itu diikuti lebih dari 50 siswa.
Mengusung tema The Chronicle: The Legacy of Mataram to the Heritage of Nusantara”, tentang warisan perjuangan dan kebangsaan, sekolah ingin menanamkan nilai kepemimpinan, integritas, cinta tanah air, serta semangat keislaman kepada para lulusan.
“Tema yang diangkat bukan sekadar konsep acara, tetapi menjadi pesan moral agar para siswa mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai muslim dan warga negara Indonesia,” jelasnya.
Dari sisi akademik, sekitar 60 persen lulusan tahun ini diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada melalui berbagai jalur seleksi. Sebagian lainnya melanjutkan studi ke luar negeri melalui program beasiswa.
“Seiring meningkatnya reputasi sekolah, minat masyarakat untuk masuk Al-Azhar IIBS juga terus bertambah,” ucapnya.
Sejak berdiri pada 2020, jumlah peserta didik Al-Azhar IIBS terus meningkat. Panjangnya antrean pendaftar menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berasrama yang menggabungkan pembelajaran akademik, pembinaan karakter, dan pendidikan keagamaan.
Di tengah prosesi kelulusan tersebut, sekolah juga mencatat tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di Al-Azhar IIBS yang membuat daftar tunggu penerimaan siswa baru mencapai sekitar enam tahun.
Pihak sekolah mengungkapkan terdapat calon siswa yang masih duduk di kelas 1 SD bahkan usia taman kanak-kanak yang telah didaftarkan orang tuanya untuk masuk dalam daftar tunggu.
Dengan jumlah kuota sekitar 150 siswa untuk jenjang SMP dan 100 siswa untuk jenjang SMA setiap tahun.
“Sistem penerimaan berbasis kuota membuat pendaftaran ditutup setelah daya tampung terpenuhi, sementara pendaftar lainnya masuk daftar inden,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.