SOLO, HARIANKOTA.COM – Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik, kebutuhan akan jurnalisme yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya semakin penting.
Momentum itulah yang kini menjadi perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta menjelang pelaksanaan Konferensi Pemilihan Ketua PWI Surakarta, forum strategis yang akan menentukan arah organisasi wartawan tersebut untuk lima tahun mendatang.
Sebagai kota bersejarah bagi dunia pers Indonesia, Surakarta memiliki ikatan kuat dengan perjalanan PWI. Organisasi wartawan terbesar di Tanah Air itu lahir di Kota Bengawan pada 9 Februari 1946 dan hingga kini telah memiliki sekitar 20.000 anggota yang tersebar di 38 provinsi, termasuk Cabang Khusus PWI Surakarta.
Dalam menjalankan perannya, PWI Surakarta yang menaungi wartawan di tujuh kabupaten dan kota wilayah Solo Raya terus berupaya menjaga kualitas produk jurnalistik di tengah perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat.
Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul sebut kehadiran media sosial yang memungkinkan setiap orang memproduksi dan menyebarkan informasi menuntut wartawan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.
Dia menegaskan, tidak hanya menyampaikan informasi, wartawan juga memiliki tanggung jawab memastikan setiap berita yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan memenuhi kaidah jurnalistik.
“Peran tersebut menjadi penting untuk membantu masyarakat memilah informasi yang benar sekaligus mencegah meluasnya hoaks, disinformasi, maupun informasi menyesatkan,” jelasnya Jumat (19/6/2026).
Melalui para anggotanya, PWI Surakarta terus meneguhkan komitmen dalam menjaga independensi, integritas, serta profesionalisme pers. Komitmen tersebut juga tercermin dalam proses regenerasi kepemimpinan yang berlangsung secara demokratis sebagai bagian dari dinamika organisasi.
Ketua Panitia Konferensi PWI Surakarta, Bramantryo sampaikan dalam waktu dekat, PWI Surakarta akan menggelar Konferensi Pemilihan Ketua PWI Surakarta.
Bramantyo menyebut agenda ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan yang telah berjalan sejak 2022, menyusun strategi organisasi ke depan, sekaligus memilih figur pemimpin yang dinilai mampu membawa organisasi menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang.
“Lebih dari sekadar agenda internal, konferensi tersebut diharapkan menjadi wadah memperkuat sinergi antara insan pers dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” paparnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting guna menciptakan ekosistem pers yang sehat, profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, PWI Surakarta menegaskan kesiapannya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.
“Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.