Rumah Makan Mbak Ning 1 Rugi Rp150 Juta usai Ditabrak Bus Pendaki Lawu, Bangunan Tinggal Menunggu Dibuka Kembali

Rumah Makan Mbak Ning 1 di Ngargoyoso, Karanganyar, mengalami kerugian sekitar Rp150 juta setelah ditabrak bus rombongan pendaki Gunung Lawu. Bangunan baru selesai direhabilitasi dan rencananya dibuka dua pekan lagi

chat_bubble_outline 0
Material bangunan Rumah Makan Mbak Ning 1 di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, tampak berserakan setelah bangunan yang baru direhabilitasi ditabrak bus pengangkut rombongan pendaki Gunung Lawu. Kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp150 juta (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kerugian hingga Rp150 juta dialami pemilik Rumah Makan Mbak Ning 1 di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, setelah bangunannya ditabrak bus yang mengangkut rombongan pendaki Gunung Lawu. Ironisnya, bangunan tersebut tinggal menghitung hari untuk kembali beroperasi setelah selesai direhabilitasi.

Pemilik Rumah Makan Mbak Ning 1, Narto (63), mengatakan kerusakan akibat kecelakaan itu meliputi baliho, kontainer, atap, dinding, hingga kursi-kursi. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.

“Kerugiannya sekitar Rp150 juta. Yang rusak baliho, kontainer, atap, dinding, sampai kursi-kursi,” kata Narto, Selasa (23/6/2026).

Menurut Narto, bangunan yang ditabrak bus merupakan bagian rumah makan yang baru direhabilitasi dan progres pembangunannya telah mencapai sekitar 90 persen. Rencananya, rumah makan tersebut akan kembali dibuka dalam dua pekan ke depan.

Namun, rencana itu terpaksa tertunda setelah bus menghantam bangunan pada dini hari sehingga sebagian fasilitas yang baru selesai diperbaiki kembali mengalami kerusakan.

“Bangunan ini baru direhab, sudah sekitar 90 persen selesai. Rencananya dua minggu lagi mau dibuka, tapi malah dihantam bus. Baliho, kontainer, atap, dinding, dan kursi-kursi semuanya rusak,” ungkapnya.

Meski mengalami kerugian cukup besar, Narto mengapresiasi itikad baik dari pihak pengelola bus yang telah datang menemui dirinya untuk membahas kerusakan yang ditimbulkan.

“Pihak bus memiliki itikad baik. Mereka datang menemui kami dan menanyakan kerugian yang kami alami. Tapi saya tetap melanjutkan perbaikan sambil menunggu penyelesaiannya,” ujarnya.

Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Narto bersama istri, anak, dan cucunya sedang tertidur di kamar yang berada di lantai atas bangunan di samping rumah makan.

Ia mengaku terbangun setelah mendengar suara benturan keras yang disusul padamnya aliran listrik.

“Saya tidur bersama istri, anak, dan cucu. Tiba-tiba terdengar suara keras lalu listrik padam. Setelah saya keluar, ternyata bus sudah terguling,” tuturnya.

Tanpa berpikir panjang, Narto langsung berupaya membantu mengevakuasi para penumpang yang berada di dalam bus.

“Begitu melihat bus sudah terguling, saya langsung membantu penumpang keluar dari dalam bus,” pungkasnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Terlapor dalam Kasus Dugaan Pelecehan SPG di Solo

SOLO, HARIANKOTA.COM  – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang Sales Promotion Girl (SPG) di Kota Solo memasuki babak baru. Setelah memeriksa sejumlah saksi, Polresta Surakarta kini menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak yang dilaporkan dalam kasus tersebut. Perkara dugaan pelecehan SPG di Solo ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah korban melaporkan tindakan tidak pantas yang diduga terjadi […]

6 jam yang lalu