3 Wilayah dengan Aktivitas Petir Tertinggi di Dunia, Ada yang Hampir Menyala Setiap Malam

Daftar 3 wilayah dengan aktivitas petir tertinggi di dunia berdasarkan pemetaan satelit global. Venezuela dan Kongo mendominasi, Indonesia ikut disorot.

chat_bubble_outline 0
Ilistrasi Petir (Foto: Ist//HARIANKOTA)

VENEZUELA, HARIANKOTA.COM – Petir merupakan fenomena atmosfer yang muncul akibat pelepasan muatan listrik dalam awan maupun antara awan dan permukaan bumi.

Meski dapat terjadi di banyak wilayah, intensitas kemunculannya tidak merata. Beberapa kawasan tercatat mengalami aktivitas petir jauh lebih tinggi karena dipengaruhi bentuk bentang alam, suhu permukaan, kelembapan udara, serta pola sirkulasi angin.

Berdasarkan pemetaan satelit jangka panjang, berikut tiga wilayah yang dikenal memiliki kepadatan kilatan petir tertinggi di dunia.

1. Danau Maracaibo, Venezuela

Wilayah di bagian barat laut Venezuela ini menempati posisi teratas sebagai titik dengan aktivitas petir tertinggi yang pernah dipetakan melalui pengamatan satelit. Kawasan tersebut terkenal karena fenomena yang dikenal sebagai Petir Catatumbo.

Fenomena ini terbentuk ketika udara hangat dan lembap dari permukaan danau bertemu dengan aliran udara dari wilayah pegunungan di sekelilingnya.

Kondisi tersebut memicu pembentukan badai secara berulang dan menghasilkan kilatan petir dalam frekuensi sangat tinggi. Pengamatan menunjukkan aktivitas petir di kawasan ini dapat berlangsung ratusan hari dalam setahun.

2. Kabare, Republik Demokratik Kongo

Posisi berikutnya ditempati Kabare di Afrika Tengah. Wilayah ini sejak lama menjadi perhatian para peneliti cuaca karena konsentrasi badai petir yang sangat tinggi.

Karakter geografis berupa wilayah tropis, kelembapan besar, dan pengaruh relief pegunungan menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan awan konvektif.

Kombinasi tersebut membuat proses pelepasan energi listrik di atmosfer berlangsung lebih sering dibanding banyak kawasan lain di dunia.

3. Kampene, Republik Demokratik Kongo

Berbeda dengan narasi yang sering beredar di media sosial, posisi ketiga dalam sejumlah pemetaan global bukan berada di Indonesia, melainkan masih berada di Republik Demokratik Kongo, tepatnya wilayah Kampene.

Lokasi ini memiliki pola atmosfer yang mendukung pembentukan badai secara intens dan berulang.

Aktivitas petir yang tinggi di kawasan Afrika Tengah menunjukkan bahwa wilayah tropis dengan kombinasi pegunungan dan udara lembap menjadi lingkungan paling ideal bagi terbentuknya kilatan petir.

Sementara itu, Indonesia tetap termasuk negara dengan aktivitas petir yang tinggi secara regional karena berada di jalur tropis dan memiliki tingkat kelembapan udara yang besar.

Namun, klaim bahwa Depok merupakan kota dengan petir terbesar nomor tiga di dunia tidak didukung oleh pemeringkatan global berbasis data satelit yang umum dijadikan rujukan ilmiah. ***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya