JAKARTA, HARIANKOTA.COM – Bau badan menjadi masalah yang sering dialami banyak orang di berbagai belahan dunia. Aroma tak sedap yang muncul dari tubuh kerap membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.
Namun menariknya, sejumlah penelitian mengungkap bahwa mayoritas masyarakat Korea Selatan memiliki kecenderungan lebih kecil mengalami bau badan dibandingkan populasi di banyak negara lain.
Fakta ini sering memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Bagaimana mungkin seseorang tetap berkeringat saat cuaca panas atau setelah beraktivitas berat, tetapi tidak menghasilkan aroma tubuh yang menyengat?
Jawabannya ternyata berkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan secara turun-temurun.
Bau Badan Bukan Berasal dari Keringat
Banyak orang mengira keringat adalah penyebab utama bau badan. Padahal secara ilmiah, keringat sebenarnya tidak memiliki aroma yang kuat.
Bau badan muncul ketika bakteri yang hidup di permukaan kulit mengurai senyawa tertentu yang terkandung dalam keringat. Proses inilah yang menghasilkan aroma khas yang sering disebut sebagai bau badan atau bau ketiak.
Karena itu, dua orang yang berkeringat dalam jumlah sama belum tentu menghasilkan aroma tubuh yang sama. Kandungan dalam keringat dan faktor genetik menjadi pembeda utamanya.
Para ilmuwan menemukan adanya gen bernama ABCC11 yang memiliki pengaruh besar terhadap muncul atau tidaknya bau badan pada seseorang.
Gen ini berperan dalam mengatur produksi senyawa tertentu yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang banyak ditemukan di area ketiak.
Pada sebagian besar masyarakat Korea Selatan dan Asia Timur, terdapat variasi gen ABCC11 yang membuat produksi senyawa tersebut jauh lebih sedikit. Akibatnya, bakteri tidak memiliki cukup bahan untuk menghasilkan aroma menyengat.
Karena itulah banyak orang Korea cenderung memiliki aroma tubuh yang lebih netral meskipun tetap mengeluarkan keringat saat beraktivitas.
Mayoritas Ditemukan di Asia Timur
Sejumlah penelitian genetika menunjukkan bahwa variasi gen ABCC11 yang berkaitan dengan minimnya bau badan paling banyak ditemukan pada populasi Asia Timur.
Selain Korea Selatan, karakteristik serupa juga ditemukan pada sebagian besar masyarakat Jepang, China, dan beberapa negara lain di kawasan tersebut.
Sebaliknya, variasi gen yang berkaitan dengan produksi bau badan lebih umum ditemukan pada populasi Eropa, Afrika, Timur Tengah, hingga sebagian Asia Selatan.
Perbedaan inilah yang membuat tingkat penggunaan deodoran di Korea Selatan relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
Meski sering disebut tidak memiliki bau badan, bukan berarti masyarakat Korea Selatan tidak berkeringat.
Tubuh mereka tetap menghasilkan keringat sebagai bagian dari sistem alami untuk mengatur suhu tubuh. Saat cuaca panas atau berolahraga, produksi keringat tetap meningkat sebagaimana terjadi pada manusia pada umumnya.
Perbedaannya terletak pada kandungan senyawa di dalam keringat yang lebih sedikit memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
Dengan kata lain, mereka tetap berkeringat tetapi risiko munculnya aroma tubuh yang menyengat menjadi jauh lebih rendah.
Meskipun genetika memainkan peran penting, bau badan tidak sepenuhnya ditentukan oleh gen.
Pola makan, kebersihan tubuh, kondisi kesehatan, konsumsi obat tertentu, perubahan hormon, hingga tingkat aktivitas fisik juga dapat memengaruhi aroma tubuh seseorang.
Karena itu, tidak semua orang Korea benar-benar bebas dari bau badan. Sebaliknya, tidak semua orang dari negara lain pasti memiliki aroma tubuh yang menyengat.
Fakta Menarik di Balik Aroma Tubuh Manusia
Penemuan mengenai gen ABCC11 menjadi salah satu bukti bahwa karakteristik tubuh manusia dipengaruhi oleh faktor yang sangat kompleks.
Sesuatu yang selama ini dianggap hanya berkaitan dengan kebersihan ternyata juga dipengaruhi oleh warisan genetik.
Fakta ilmiah ini sekaligus menjelaskan mengapa sebagian orang lebih mudah mengalami bau badan dibandingkan yang lain, meskipun memiliki pola hidup dan tingkat kebersihan yang hampir sama.
Dengan demikian, anggapan bahwa mayoritas orang Korea jarang mengalami bau badan bukan sekadar mitos.
Ada penjelasan ilmiah yang mendukungnya, yakni variasi gen ABCC11 yang membuat produksi senyawa pemicu bau badan menjadi jauh lebih rendah dibandingkan populasi di banyak wilayah lain di dunia.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.