SUKOHARJO, HARIANKOTA.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komitmen membangun pemerintahan yang bersih dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menegaskan seluruh aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski daerah tengah menghadapi dinamika yang menjadi perhatian publik.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo yang digelar Rabu (15/7/2026) diawali dengan kirab Pataka dan petikan Penetapan Pemerintah Nomor 16/SD Tahun 1946 sebagai dasar lahirnya Kabupaten Sukoharjo.
Kirab dimulai dari Kantor Sekretariat Daerah menuju Alun-Alun Satya Negara melalui Simpang Lima Sukoharjo.
Marching Band Gema Wijaya memimpin barisan kirab, diikuti prajurit Mataraman yang membawa Pataka dan dokumen penetapan.
Plt Bupati Eko Sapto Purnomo bersama istri serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut berjalan dalam kirab.
Sementara 12 gunungan hasil bumi dan produk UMKM yang mewakili seluruh kecamatan menjadi penutup rangkaian arak-arakan.
Setibanya di Alun-Alun Satya Negara, kegiatan dilanjutkan dengan upacara HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo. Dalam amanatnya, Eko Sapto menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Sukoharjo sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan tema “Sukoharjo Spektakuler” sebagai semangat mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berbudaya.
Ia mengatakan peringatan hari jadi merupakan kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai Tri Dharma.
“Yakni rumangsa melu handarbeni, rumangsa melu hangrungkepi, dan mulat sarira hangrasa wani sebagai pedoman dalam mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Menurut Eko, peringatan HUT tahun ini diselenggarakan lebih sederhana melalui penggabungan sejumlah agenda sebagai bentuk efisiensi anggaran. Meski demikian, penyederhanaan tersebut tidak mengurangi makna maupun semangat Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo.
“Perayaan tahun ini kami laksanakan lebih efisien, namun esensinya tetap sama. Kami berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Usai upacara, Eko menegaskan bahwa Hari Jadi ke-80 harus menjadi titik refleksi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Ia mengajak seluruh aparatur menjadikan kondisi yang sedang dihadapi Kabupaten Sukoharjo sebagai pembelajaran untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme.
“Kita menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbenah,” katanya.
Eko juga memastikan pelayanan publik tidak akan terganggu. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah melakukan koordinasi dan konsolidasi internal agar seluruh program pembangunan serta layanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Sebagai Plt Bupati, Eko menyatakan siap melanjutkan visi, misi, dan program pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah. Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersatu mendukung terwujudnya visi Sukoharjo Spektakuler.
Di akhir sambutannya, Eko berharap berbagai indikator pembangunan terus menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting, hingga peningkatan PDRB, kualitas infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.