Longsor Jatiyoso Akses Jalan Dusun Masih Dibersihkan

Longsor di Jatiyoso, Karanganyar, tidak menyebabkan warga terisolasi maupun korban jiwa. Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup akses jalan dusun.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Proses pembersiKondisi terbaru pascalongsor di wilayah  Jatiyoso yang menutup jalan penghubung antara Dusun Blanteng dan Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (11/7/2026) lalu masih berlangsung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Sugiharjo mengatakan material longsoran memang menutup akses jalan dusun, namun pejalan kaki masih bisa melintas dan kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif meski sedikit memutar.

“Peristiwa longsor yang terjadi di wilayah Jatiyoso, masih dalam proses penanganan. Tidak ada warga yang terisolasi akibat kejadian tersebut,” jelasnya, Selasa 14 Juli 2026.

Akses jalan yang tertutup material longsor masih dapat dilalui pejalan kaki. Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Tawang dengan jarak tempuh yang dinilai tidak terlalu jauh.

“Longsor tidak berdampak pada permukiman warga. Tidak ada rumah yang tertimbun ataupun mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut,” ucapnya.

Material longsor menutup jalan dusun dan berdampak pada area perkebunan serta lokasi budidaya jamur milik warga. Jalan utama penghubung Beruk-Wonoasri dipastikan tidak terdampak.

Dari hasil penelusuran di lapangan, longsor diduga dipicu oleh saluran irigasi di bagian atas lokasi yang tersumbat.

“Air yang meluap kemudian meresap ke lahan pertanian di bawahnya hingga menyebabkan tanah bergerak dan longsor,” jelasnya.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (11/7/2026)  sekitar pukul 00.00 WIB. Lokasi yang longsor merupakan lahan ladang milik warga dan diketahui sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa di sisi lain area tersebut.

Untuk mempercepat pembukaan akses jalan, dua unit alat berat telah diterjunkan ke lokasi. Proses pembersihan material longsor juga melibatkan warga bersama relawan secara gotong royong.

Material tanah yang menutup badan jalan diperkirakan memiliki ketebalan antara 4 hingga 8 meter. Proses pembersihan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan, menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

“Proses pembersihan diperkirakan selesai 2 hingga 3 hari kedepan,” pungkasnya.

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya