PMI Kota Surakarta Gelar Pelatihan Water Rescue dan Navigasi Darat untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan

PMI Kota Surakarta menggelar pelatihan Water Rescue dan Navigasi Darat di Karanganyar guna meningkatkan kemampuan relawan menghadapi operasi penyelamatan dan bencana.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM  – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta terus meningkatkan kapasitas relawannya melalui Pelatihan Water Rescue dan Navigasi Darat yang digelar selama dua hari, 10–11 Juli 2026, di Waduk Tirtomarto Delingan, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan tersebut diikuti 19 peserta yang berasal dari Korps Sukarela (KSR) perguruan tinggi, Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS), serta anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) se-Kota Surakarta.

Pelatihan ini dipersiapkan sebagai bekal bagi calon anggota Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (SATGANA) PMI Kota Surakarta.

Kepala Bagian Pelayanan Sosial PMI Kota Surakarta, Wanto, mengatakan pelatihan bertujuan membekali relawan dengan kemampuan dasar penyelamatan di wilayah perairan maupun kawasan hutan sehingga siap diterjunkan saat terjadi operasi kemanusiaan.

“Peserta mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar dalam operasi penyelamatan di perairan maupun kawasan hutan. Harapannya mereka siap menjadi anggota SATGANA PMI Kota Surakarta ketika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya dalam rilis tertulisnya, Senin (13/7/2026).

Menurut Wanto, peningkatan kompetensi relawan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya potensi bencana akibat faktor alam maupun cuaca ekstrem. Selain kemampuan teknis, relawan juga dituntut memiliki kesiapan mental serta mampu bekerja sama dalam tim saat menghadapi kondisi darurat.

Selama pelatihan, peserta menerima materi teori dan praktik navigasi darat menggunakan peta, kompas, serta orientasi medan. Selain itu, mereka juga mempelajari teknik dasar water rescue, penggunaan perlengkapan keselamatan, prosedur evakuasi korban di perairan, hingga simulasi penyelamatan yang menyerupai situasi sebenarnya.

Salah seorang peserta, Rivaldo, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga karena peserta dapat mempraktikkan langsung materi yang diperoleh di lapangan.

“Hari pertama kami belajar pengenalan peralatan water rescue, teknik dasar penyelamatan, serta prosedur keselamatan bagi penolong dan korban. Hari kedua kami langsung melakukan simulasi di waduk sehingga materi yang dipelajari bisa diterapkan,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut membuat peserta lebih memahami pentingnya komunikasi, koordinasi, dan ketenangan saat menghadapi situasi darurat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami belajar bekerja sama dalam tim, mengutamakan keselamatan diri sebelum menolong orang lain, serta tetap tenang saat menghadapi kondisi darurat. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan agar kemampuan relawan terus berkembang,” ungkap Rivaldo.

Sementara itu, Pelatih Water Rescue, Ari Kristyono, menjelaskan seluruh materi disusun berdasarkan keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap relawan sebelum terlibat dalam operasi penyelamatan di perairan.

Pada sesi praktik, peserta mempelajari penggunaan life jacket dan helm rescue yang benar, teknik berenang penyelamatan, penggunaan throw bag, teknik penggunaan tali untuk evakuasi, hingga cara mendekati dan mengevakuasi korban di air dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong.

“Semua teknik ini merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai relawan. Kami berharap latihan seperti ini terus dilakukan secara berkala agar kemampuan mereka semakin terasah dan siap memberikan pertolongan yang cepat, tepat, serta aman kepada masyarakat,” pungkas Ari.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya