10 Ton Mainan dari Solo Mengalirkan Harapan bagi Anak-anak Korban Bencana Aceh dan Sumatra

bantuan mainan untuk korban bencana Sumatra dan Aceh

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM – Sebanyak 10 ton mainan berhasil dihimpun dari kepedulian masyarakat dan pelajar di Kota Solo dikirimkan untum korban bencana di Aceh dan Sumatra.

Dari Aula Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Selasa (30/12), tiga truk bermuatan donasi mainan dilepas menuju Posko PMI Pusat untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra.

Sebanyak 10 ton mainan berhasil dihimpun dari kepedulian masyarakat dan pelajar di Kota Solo.

Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surakarta dan Dinas Pendidikan, dengan dukungan serta fasilitasi dari PMI Kota Surakarta.

Pengiriman kali ini menjadi gelombang ketiga bantuan yang disalurkan PMI Kota Surakarta. Sebelumnya, PMI telah lebih dulu mengirimkan popok anak dan pakaian dalam langsung dari Markas PMI, lalu dilanjutkan pengiriman kedua melalui Posko Hanggar Lanud Adi Soemarmo.

Ketua TP PKK Kota Surakarta, Vanessa Winastesia, hadir langsung menyaksikan proses pemberangkatan.

Ia mengapresiasi semangat gotong royong berbagai pihak serta antusiasme warga Solo yang turut ambil bagian.

“Hari ini kami memberangkatkan donasi mainan hasil kerja sama PKK dan Dinas Pendidikan yang difasilitasi PMI Kota Surakarta. Totalnya mencapai 10 ton. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak korban bencana,” ujar Vanessa.

Menurutnya, donasi mainan bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan edukasi. Melalui gerakan berbagi ini, anak-anak di Surakarta diajak belajar tentang empati dan kepedulian sejak dini.

“Kami berharap anak-anak di Solo bisa tumbuh dengan jiwa sosial yang kuat. Mereka belajar bahwa berbagi itu penting, dan manfaatnya bisa dirasakan baik oleh yang menerima maupun yang memberi,” tambahnya.

Mainan-mainan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikososial anak-anak di pengungsian. Di tengah situasi sulit pascabencana, ruang untuk bermain dan tersenyum menjadi bagian penting dari proses trauma healing, agar masa kanak-kanak mereka tetap terjaga.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya