KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Penantian warga Dukuh Claket, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar akhirnya terjawab.
Jembatan Merah Putih yang sebelumnya roboh akibat banjir kini resmi dibangun kembali dan sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat.
Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat, Selasa (12/5/2026).
Suasana penuh syukur dan antusias tampak dari warga yang hadir karena akses penghubung antara Dusun Claket dan Dusun Pendororejo kini kembali normal.
Dalam sambutannya, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mencari titik-titik infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk mencari lokasi-lokasi jembatan yang membutuhkan perhatian pemerintah agar TNI-Polri dapat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi jembatan sebelumnya rusak parah setelah diterjang banjir sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Setelah dilakukan survei ke lokasi, laporan kemudian disampaikan kepada Bupati Karanganyar dan langsung mendapat respons cepat.
“Saya lapor kepada Pak Bupati bahwa ada jembatan di Karangpandan yang perlu mendapatkan perhatian. Perintah beliau singkat, ‘Gas!’,” katanya disambut tepuk tangan warga.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Merah Putih menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa.
Selain memperlancar akses transportasi warga, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Pembangunan jembatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar aktivitas masyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya pemerintah dan aparat, proses pembangunan juga melibatkan gotong royong warga Dukuh Claket. Warga disebut bergiliran membantu proses pengerjaan hingga jembatan selesai dibangun.
“Ini murni berkat gotong royong warga. Setiap hari warga bergantian membantu pembangunan bersama Babinsa dan pihak kepolisian,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar H. Rober Christanto mengaku bersyukur karena akses dua dusun yang sempat terputus kini kembali tersambung.
“Dulu jalannya rusak dan tidak bisa dilewati karena banjir. Alhamdulillah hari ini sudah bisa tersambung kembali,” ujar Rober.
Ia menyebut, tersambungnya kembali akses tersebut bukan hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mempererat komunikasi dan semangat gotong royong antarwarga.
“Kalau jalannya sudah tersambung, komunikasi warga juga semakin baik dan gotong royong bisa berjalan bersama-sama,” katanya.
Rober menjelaskan, perhatian Presiden terhadap masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai, menjadi awal percepatan pembangunan jembatan tersebut.
“Pak Presiden sangat peduli terhadap masyarakat dan anak-anak di daerah ini. Karena itu diperintahkan mencari akses jalan atau jembatan yang terputus,” jelasnya.
Menurutnya, tindak lanjut cepat dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, jajaran Polres Karanganyar, serta Kodim 0727/Karanganyar menjadi kunci hingga pembangunan jembatan dapat terealisasi.
Dalam kesempatan itu, Rober juga mengajak warga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang turut membantu proses pembangunan.
“Matur nuwun Pak Kapolres, matur nuwun Pak Dandim. Ini berkat kerja bersama semuanya,” ucapnya disambut warga.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar, lanjut Rober, merasa sangat terbantu dengan dukungan TNI dan Polri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Ia pun berpesan agar masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kalau ada saluran mampet atau kotor, segera dibersihkan bersama-sama. Semoga jembatan ini awet dan tidak cepat rusak,” pesannya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.