Volume Sampah ke Putri Cempo Menurun, Pemkot Solo Gencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo Surakarta mulai menurun. Wali Kota Respati Ardi mengajak warga konsisten memilah dan mengolah sampah dari rumah untuk mengurangi beban TPA.

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM – Upaya Pemerintah Kota Surakarta menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo mulai menunjukkan hasil. Sejumlah wilayah tercatat berhasil mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA dalam beberapa bulan terakhir.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat mengikuti Kampanye Pilah dan Olah Sampah yang digelar bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan diawali dengan kirab edukasi yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai komunitas lingkungan dari Loji Gandrung menuju Plaza Sriwedari.

Menurut Respati, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta selama periode Maret hingga Mei 2026 menunjukkan adanya tren positif dalam pengurangan sampah dari sumbernya. Beberapa kelurahan bahkan mencatat penurunan volume sampah yang cukup signifikan.

Kelurahan Mojosongo menjadi wilayah dengan capaian tertinggi dengan penurunan volume sampah hingga 42 persen. Posisi berikutnya ditempati Kelurahan Kadipiro yang berhasil menekan sampah sebesar 35 persen, disusul Kelurahan Nusukan sebesar 26 persen. Sementara Kelurahan Banjarsari dan Banyuanyar masing-masing mencatat penurunan sebesar 24 persen.

“Data dari DLH menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Ini menandakan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah mulai tumbuh dan langkah pengelolaan sampah dari rumah tangga mulai berjalan,” kata Respati.

Meski demikian, Pemkot Surakarta masih menemukan sejumlah wilayah yang belum mengalami penurunan volume sampah secara signifikan. Beberapa di antaranya adalah Kelurahan Ketelan, Kepatihan Kulon, Panularan, Karangasem, dan Kepatihan Wetan.

Respati menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pengingat bagi seluruh wilayah agar lebih serius menerapkan pola pengurangan sampah sebelum aturan baru terkait pengelolaan sampah diberlakukan.

Ia berharap kehadiran Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pengelolaan sampah nantinya dapat memperkuat komitmen masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.

“Harapannya setelah regulasi tersebut diterapkan, seluruh kelurahan di Kota Surakarta dapat berkontribusi mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Respati juga memberikan apresiasi kepada petugas kebersihan, jajaran DLH, pemerintah kelurahan, hingga komunitas lingkungan yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Menurutnya, keberhasilan mengurangi volume sampah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen serius menangani persoalan sampah. Terima kasih kepada petugas DLH yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan kota, serta seluruh komunitas dan organisasi yang terus mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Pemkot Surakarta berharap gerakan pilah dan olah sampah terus berkembang di tingkat masyarakat sehingga beban TPA Putri Cempo dapat berkurang dan kualitas lingkungan kota semakin terjaga.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya