Solo Anggrek Festival 2026 Jadi Panggung Konservasi dan Ekonomi Hijau

Solo Anggrek Festival 2026 di Solo menjadi ajang kolaborasi konservasi anggrek, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi hijau

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM– Solo Anggrek Festival 2026 tak sekadar menjadi ajang pamer tanaman hias. Festival yang digelar di Loji Gandrung, Sabtu (18/7/2026), menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi berbasis flora.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan, konservasi anggrek harus berjalan seiring dengan pemanfaatan yang berkelanjutan. Menurutnya, anggrek memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi jika dikelola secara bertanggung jawab.

“Kita perlu memperkuat perlindungan habitat anggrek, memperluas budidaya yang bertanggung jawab, memastikan ketelusuran peredarannya, meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, serta menumbuhkan generasi baru pencinta flora Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Kehutanan berfokus menjaga anggrek di habitat alaminya, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pembibitan, reintroduksi anggrek, dan pengembangan ekowisata.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyebut Solo Anggrek Festival diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Sektor tanaman hias juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.

Pada kesempatan itu, Respati juga memperkenalkan rencana pembentukan Satgas Semesta, sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat untuk menangani isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pencemaran sungai, penebangan pohon, hingga pengembangan urban farming.

“Menjaga semesta adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin membangun kolaborasi agar kebijakan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Respati.

Mengusung tema “Merawat Keindahan Nusantara, Menumbuhkan Kolaborasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”, Solo Anggrek Festival 2026 menjadi ajang edukasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendorong ekonomi hijau.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya