SOLO, HARIANKOTA.COM — Semangat toleransi dan keberagaman kembali terlihat di Kota Solo saat Pemerintah Kota Surakarta melepas Kirab Waisak sekaligus menyambut kedatangan Bhikkhu Thudong dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Surakarta bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Kerajaan Thailand, serta para Bhikkhu Thudong dari beberapa negara seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Laos.
Kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Balai Kota Surakarta. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan prosesi yang berlangsung tertib dan penuh suasana damai.
Setibanya di Balai Kota, rangkaian acara dilanjutkan dengan puja parita dan ritual memandikan Bodhisattva Siddhartha yang berlangsung khidmat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan keagamaan sebagai bentuk menjaga kerukunan dan kebebasan beribadah.
Menurutnya, perayaan seperti Kirab Waisak menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Solo sebagai kota yang terbuka dan menghargai keberagaman.
“Pemerintah Kota Surakarta terus mendukung kegiatan dan perayaan hari raya seluruh agama yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Bhikkhu Thudong di Solo tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga simbol ruang yang setara bagi seluruh masyarakat untuk menjalankan tradisi dan keyakinan masing-masing.
“Hari ini kita menyaksikan momentum baru di Kota Solo yang memfasilitasi seluruh agama besar untuk merayakan hari rayanya masing-masing,” katanya.
Usai mengikuti kirab, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan rasa bangga karena Solo akhirnya menjadi salah satu titik persinggahan perjalanan Bhikkhu Thudong yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Surakarta.
“Kami sangat bangga karena akhirnya Bhikkhu Thudong bisa singgah di Kota Solo dan mengikuti kirab bersama masyarakat,” ucapnya.
Respati juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar.
Ia menegaskan Kota Solo akan terus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh agama dan kepercayaan untuk menjalankan kegiatan ibadah maupun tradisi secara damai.
“Maknanya untuk Kota Solo jelas, bahwa Kota Solo terbuka bagi siapa pun, bagi agama dan kepercayaan apa pun untuk melaksanakan upacara agama maupun adat dengan penuh kedamaian,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Respati berharap Kirab Waisak dan perjalanan Bhikkhu Thudong dapat kembali singgah di Surakarta pada tahun mendatang.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada umat Buddha serta mengajak masyarakat menjaga semangat toleransi sebagai identitas Kota Bengawan.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.