Wawan Pramono Terpilih Pimpin Tani Merdeka Jateng, Fokus Perkuat Pangan Nasional

Wawan Pramono resmi pimpin Tani Merdeka Jawa Tengah. Fokus tingkatkan ketahanan pangan, pemberdayaan petani milenial, serta dukung program pertanian nasional

chat_bubble_outline 0
Wawan Pramono kibarkan bendera Pataka usai terpilih secara aklamasi Ketua DPD Tani Merdeka Jawa Tengah (Foto: HARIAN KOTA/Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Organisasi Tani Merdeka Jawa Tengah kini resmi dipimpin oleh Wawan Pramono. Legislator DPRD Karanganyar tersebut ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) melalui forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang berlangsung Minggu (14/9/2025).

Keputusan ini mendapat restu penuh dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang hadir langsung dalam acara.

Menurutnya, mekanisme pemilihan di tubuh Tani Merdeka memiliki kekhususan, di mana ketua umum diberi kewenangan menunjuk pimpinan daerah.

Namun, dalam kesempatan ini, seluruh peserta Rakerwil kompak menyepakati Wawan sebagai nahkoda baru di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah adalah wilayah penting karena menjadi salah satu pusat produksi pangan terbesar di Indonesia. Konsolidasi ini kita arahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemerintah,” ujar Don, Minggu (14/9/2025).

Usai dipercaya memimpin, Wawan menegaskan tekadnya untuk mengoptimalkan potensi pertanian di setiap kabupaten/kota. Ia menyoroti komoditas unggulan seperti padi, jagung, kopi, hingga singkong yang akan digarap sesuai karakter daerah.

“Target kami bukan hanya menjaga status Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, tapi juga memastikan program pemerintah di sektor pertanian berjalan dari hulu ke hilir,” jelas politisi Partai Gerindra itu.

Selain fokus pada produksi, Wawan juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan kelompok wanita tani.

Menurutnya, pemberdayaan petani milenial, pengaktifan kembali lahan tidur, serta kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Perhutani menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan.

Ketua Panitia Rakerwil, Arif Afianto, menuturkan bahwa kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri atas perwakilan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Satu-satunya daerah yang tidak mengirimkan delegasi adalah Kota Tegal.

“Forum ini membahas evaluasi program sebelumnya sekaligus merancang langkah strategis ke depan. Termasuk penguatan organisasi dan pembahasan isu-isu utama sektor pertanian,” katanya.

Sejumlah topik yang mengemuka dalam pleno antara lain perbaikan irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga solusi distribusi hasil panen.

Don Muzakir menegaskan, menjaga pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran bersama masyarakat dan organisasi. Ia menyebut, kondisi distribusi gabah, jagung, dan singkong kini semakin membaik dengan dukungan kebijakan pemerintah, termasuk penghentian impor singkong yang dinilai menguntungkan petani lokal.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk memetakan kebutuhan di lapangan, mulai dari irigasi sampai distribusi hasil panen. Tujuannya agar swasembada pangan bisa benar-benar terwujud,” tandasnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya