SOLO, HARIANKOTA.COM – Pemerintah Kota Surakarta mulai mematangkan rencana pengembangan koridor wisata berbasis pejalan kaki yang menghubungkan stasiun kereta dengan destinasi unggulan kota.
Gagasan itu disampaikan langsung Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Balai Kota Solo, Jumat (17/7/2026).
Dalam pertemuan yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Antarmoda, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Respati mengajukan sejumlah usulan penataan kawasan strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Salah satu usulan utama adalah pembangunan koridor pedestrian yang menghubungkan Stasiun Solo Jebres dengan Pasar Gede. Jalur tersebut dirancang menjadi kawasan wisata yang nyaman bagi pejalan kaki, sehingga wisatawan yang datang menggunakan kereta api dapat langsung menikmati suasana Kota Solo tanpa bergantung pada kendaraan.
Menurut Respati, jumlah wisatawan yang datang ke Solo melalui jalur kereta dari arah Yogyakarta maupun Madiun terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik sejak mereka turun di stasiun.
“Kami merencanakan pembangunan jalur pedestrian dari Stasiun Jebres hingga Pasar Gede sebagai kawasan wisata jalan kaki. Kami juga ingin memperkuat Pasar Gede sebagai pusat wisata kuliner di Kota Solo,” ujar Respati.
Selain koridor Stasiun Jebres–Pasar Gede, Pemkot Solo juga mengusulkan penataan kawasan Stasiun Solo Balapan. Fokusnya adalah pembangunan jalur pedestrian yang menghubungkan stasiun dengan Pura Mangkunegaran sebagai salah satu destinasi wisata budaya andalan Kota Solo.
“Kami mengusulkan penataan kawasan khusus Stasiun Balapan dengan fasilitas pedestrian menuju Mangkunegaran agar wisatawan lebih mudah mengakses kawasan wisata,” katanya.
Respati menilai keberadaan jalur pedestrian yang aman dan nyaman akan memperkuat integrasi antarmoda sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota.
Tak hanya aspek pariwisata, Pemkot Solo juga meminta peningkatan keselamatan di sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Usulan tersebut berupa pemasangan penanda, sinyal, dan sistem peringatan suara yang aktif setiap kali kereta melintas.
“Kami mengusulkan kepada Daop 6 PT KAI agar di sepanjang Jalan Slamet Riyadi terdapat penanda khusus, suara khusus, dan sinyal khusus ketika kereta akan melintas sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Respati.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Komisi V DPR RI. Komisi menilai penataan kawasan Stasiun Solo Balapan dan penguatan akses pedestrian merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas transportasi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Solo.
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, mengatakan pihaknya akan membawa usulan tersebut kepada kementerian terkait agar dapat ditindaklanjuti.
“Apa yang disampaikan Mas Wali Respati merupakan langkah yang positif untuk mendukung pengembangan pariwisata Surakarta. Kami akan merekomendasikan usulan ini kepada kementerian terkait agar dapat direalisasikan,” kata Danang.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.