PMI Solo Bangun 3 Sumur Bor untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

PMI Kota Surakarta membangun tiga sumur bor di Aceh Tamiang untuk memulihkan akses air bersih warga terdampak banjir bandang

chat_bubble_outline 0
PMI Solo bantu pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang/foto Humas PMI Solo

SOLO, HARIANKOTA.COM–  Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang mulai teratasi.

Masyarakat Kota Surakarta melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta membangun tiga sumur bor guna memastikan warga kembali mendapatkan akses air layak konsumsi.

Program kemanusiaan ini menyasar tiga titik berbeda dengan kedalaman pengeboran antara 40 hingga 80 meter untuk menjamin kualitas air tetap higienis. Satu sumur di Desa Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, telah selesai dan kini dimanfaatkan 27 kepala keluarga.

Sementara dua titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan, masing-masing di Desa Sekerak Kiri untuk 29 kepala keluarga serta di area Masjid At-Taqwa Kota Lintang yang melayani sekitar 500 jemaah.

Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menyebut bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong warga Solo yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap fasilitas ini tidak hanya membantu dalam masa tanggap darurat, tetapi menjadi sumber air permanen bagi warga,” ujarnya.

Ketua PMI Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Pane, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan sumur bor sangat penting karena banyak sumur warga sebelumnya tercemar lumpur akibat banjir.

Salah satu warga penerima manfaat, Badrul, mengaku kini keluarganya tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi antarwilayah ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa depan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya