Pemkot Surakarta Sambut Keputusan Kemenbud, Keraton Kasunanan Didorong Jadi Pusat Budaya Jawa

Pemkot Surakarta menyambut keputusan Kementerian Kebudayaan terkait Keraton Kasunanan sebagai momentum penguatan cagar budaya dan identitas Jawa.

chat_bubble_outline 0
Walikota Solo Respati Ardi (batik) menyambut Menterian Kebudayaan Fadli Zon di Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Pemerintah Kota Surakarta menyambut positif keputusan Kementerian Kebudayaan terkait Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Keputusan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan eksistensi dan stabilitas Keraton sebagai kawasan cagar budaya nasional.

Walikota Solo Respati mengungkapkan, undangan dari pemerintah pusat sempat menimbulkan rasa harap sekaligus tegang.

Namun kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Jumat lalu dan membawa pesan persatuan dan langkah konkret dalam memahami persoalan Keraton hingga penyelesaiannya.

“Alhamdulillah, bersama-sama kita bisa duduk dan menyimak keputusan Kementerian Kebudayaan untuk Keraton Kasunanan Surakarta. Eksistensi Keraton ini selalu dinanti, bukan hanya oleh warga Solo, tetapi oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kembalinya stabilitas Keraton Kasunanan membuat masyarakat semakin lega karena menunjukkan meningkatnya kepedulian negara terhadap warisan budaya.

Keraton dinilai bukan sekadar simbol sejarah, melainkan jantung kebudayaan Jawa yang memiliki nilai strategis bagi identitas bangsa.

“Budaya adalah benteng terakhir negara. Tanpa kebudayaan, Kota Surakarta bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Di sinilah jantung kebudayaan itu berada,” tegasnya.

Ia menilai eksistensi Keraton Kasunanan menjadi stimulan penting bagi pemerintah daerah untuk semakin serius mendukung berbagai laku kebudayaan, mulai dari tradisi, kesenian, hingga literasi.

“Upaya ini diharapkan mampu menanamkan spirit hidup masyarakat Jawa kepada seluruh warga,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkot Surakarta membayangkan penguatan dua pilar budaya besar di Kota Solo, yakni Kasunanan dan Mangkunegaran. Warga Solo bagian selatan diharapkan semakin mengenal dan menghayati tradisi Kasunanan, mulai dari serat, gending, tarian, hingga paugeran hidup sebagai aset budaya tak benda (intangible asset).

Sementara itu, masyarakat di wilayah utara yang memiliki kedekatan historis dengan Mangkunegaran juga didorong melakukan hal serupa.

Pemkot berencana mengoptimalkan pendopo-pendopo kelurahan dan kecamatan sebagai ruang belajar budaya, sanggar seni, serta pusat berkumpulnya seniman dan intelektual.

“Jika ini bisa kita upayakan bersama, siapapun yang datang ke Solo akan langsung merasakan The Spirit of Java sejak menginjak gerbang Kota Surakarta,” ungkapnya.

Pemkot Surakarta mengakui, pengelolaan kebudayaan membutuhkan upaya besar dan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, dukungan serius dari negara melalui Kementerian Kebudayaan terhadap Keraton Kasunanan dinilai sangat krusial.

“Jika Istana Buckingham di Inggris bisa menjadi magnet pariwisata sekaligus simbol keagungan negara, Surakarta pun seharusnya bisa. Keraton Kasunanan memiliki potensi besar untuk itu,” katanya.

Pemkot berharap kebersamaan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat menjadi sumber kebanggaan dan kebahagiaan warga Surakarta, sekaligus memperkuat posisi Kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya