SOLO, HARIANKOTA.COM – Griya PMI Peduli Kota Surakarta menjadi lokasi studi lapangan bagi delegasi Japan Red Cross bersama mahasiswa dan akademisi dari Toyota College/Toyota University, Jepang, Selasa (1/9/2026).
Mereka datang untuk melihat secara langsung pola pelayanan sosial bagi lansia dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membandingkan sistem pelayanan sosial dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang.
Salah satu perhatian utama delegasi adalah bagaimana PMI Kota Surakarta memberikan pendampingan kepada kelompok rentan yang membutuhkan layanan secara berkelanjutan.
Selama berada di Griya PMI Peduli, para delegasi meninjau berbagai fasilitas yang tersedia. Mereka juga berinteraksi dengan warga binaan serta berdiskusi dengan pengelola mengenai proses pelayanan, pendampingan, hingga pendekatan kemanusiaan yang diterapkan.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian dari delegasi Jepang. Mereka menilai pola pelayanan yang diterapkan di Griya PMI Peduli memberikan gambaran mengenai pengelolaan layanan sosial berbasis kemanusiaan.
Kepala Unit Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai penanganan kelompok rentan.
“Para delegasi dari Japan Red Cross dan Toyota University sangat antusias. Mereka ingin mengetahui bagaimana PMI Kota Surakarta merawat dan memperlakukan lansia terlantar serta saudara-saudara kita ODGJ terlantar dengan pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Riki, keberadaan Griya PMI Peduli dengan layanan bagi lansia dan ODGJ terlantar menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan sosial di lingkungan PMI.
Ia berharap pertukaran pengalaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan studi lapangan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas antara organisasi Palang Merah Indonesia dan Jepang.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling membandingkan sekaligus memperkaya pengalaman dalam memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan,” katanya.
Kunjungan Japan Red Cross dan Toyota College/Toyota University tersebut diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus
membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai metode penanganan persoalan sosial dan kemanusiaan.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.