Solo Safari Ungkap Proses Pengamanan Didi, Orang Utan yang Keluar dari Eksibit

Solo Safari menjelaskan proses pengamanan Didi, orang utan yang sempat keluar dari eksibit

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM – Solo Safari menjelaskan proses pengamanan Didi, orang utan jantan berusia sekitar 30 tahun yang sempat keluar dari eksibit pada Rabu (19/8/2026). Tim internal langsung dikerahkan untuk mencari dan mengembalikan satwa tersebut ke area pengamanan.

General Manager (GM) Solo Safari, Miyana Harikna, mengatakan penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung, masyarakat, petugas, serta satwa. Menurutnya, Didi memiliki karakter relatif tenang dan dikenal memiliki kemampuan belajar yang tinggi.

“Didi sebenarnya cukup kooperatif. Kami punya tim yang sudah terlatih dan memahami karakter satwa primata,” kata Miyana.

Keberadaan Didi di luar eksibit diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan rutin. Sekitar pukul 14.30 WIB, pengecekan masih dilakukan. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, petugas mendapati Didi sudah tidak berada di dalam eksibit.

Tim kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 15.10 WIB, petugas memperoleh informasi mengenai lokasi Didi dan segera bergerak untuk melakukan pengamanan.

Dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit, Didi berhasil dikendalikan dan dibawa kembali ke eksibit.

Miyana mengatakan Solo Safari masih mengevaluasi bagaimana Didi dapat melewati pembatas eksibit. Saat pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas pengamanan.

Eksibit orang utan dilengkapi sejumlah lapisan pengamanan, mulai dari gutter, pagar elektrik, pulau hingga danau.

“Semua equipment sudah kami cek dan kondisinya normal. Electric fence juga berfungsi sesuai prosedur,” ujarnya.

Menurut pengelola, keberhasilan Didi melewati pembatas tidak otomatis menunjukkan adanya kerusakan fasilitas. Orang utan dikenal memiliki kemampuan kognitif yang baik sehingga dapat mempelajari kondisi lingkungan di sekitarnya.

Kurator Solo Safari, Muhammad Ridhayanto atau Tanto, mengatakan dugaan Didi memanfaatkan benda tertentu, seperti ranting, untuk melewati sistem elektrik masih menjadi bagian dari kajian perilaku satwa.

Ia juga membantah informasi yang menyebut Didi meniru keeper untuk mematikan listrik.

“Kalau ada informasi bahwa Didi meniru keeper mematikan listrik, itu tidak benar. Sistem elektrik tersebut permanen dan pengoperasiannya hanya bisa dilakukan manusia,” tegas Tanto.

Dalam proses pengamanan, tim menggunakan anestesi melalui prosedur khusus untuk satwa. Tanto menjelaskan metode tersebut berbeda dengan pembiusan pada manusia dan dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.

“Kalau pada satwa liar, kita memang menggunakan suntikan anestesi. Prosedurnya sudah diterapkan dalam penanganan satwa,” katanya.

Menurut Tanto, pemberian anestesi berlangsung lancar dan membantu tim mengendalikan kondisi Didi saat proses evakuasi.

“Anestesinya berjalan tenang dan lancar. Tidak ada kendala,” ujarnya.

Meski demikian, Didi tidak menunjukkan perilaku agresif selama proses pengamanan. Interaksi yang telah terbangun antara satwa dan animal keeper turut membantu petugas dalam melakukan pendekatan.

Didi juga menjalani training and conditioning secara rutin. Program tersebut membuatnya terbiasa dengan kehadiran, arahan, serta aktivitas yang dilakukan keeper sehari-hari.

Setelah kejadian, Solo Safari akan meningkatkan pemantauan terhadap Didi maupun kondisi eksibit. Evaluasi tidak hanya mencakup fasilitas pengamanan, tetapi juga perilaku dan enrichment yang diberikan kepada satwa.

Tanto mengatakan evaluasi terhadap primata dilakukan secara rutin karena satwa memiliki kemampuan belajar dari benda maupun lingkungan di sekitarnya.

“Pada primata, evaluasi dilakukan setiap hari. Bukan hanya ketika ada kejadian. Kami juga mengevaluasi enrichment karena satwa bisa belajar dari benda maupun lingkungan di sekitarnya,” jelasnya.

Solo Safari juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan informasi ketika Didi berada di luar eksibit. Pengelola menyampaikan permintaan maaf apabila kejadian tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya