SOLO, HARIANKORA.COM — Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya mengandalkan sektor kuliner, Pemkot Solo mulai mendorong ekonomi syariah, penguatan UMKM, investasi, hingga pengembangan wisata berbasis wellness tourism.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan pertumbuhan ekonomi membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan peran pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi juga harus memastikan kebijakan tersebut mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Surakarta meliputi ketahanan ekonomi, pendidikan, kesehatan mental, serta kesiapan menghadapi bonus demografi.
“Ini menjadi penting sekali yang perlu kita selesaikan, empat pilar utama yang akan kita selesaikan,” ujar Respati, Senin (31/8/2026).
Dari sektor ekonomi, Respati menilai kondisi fiskal Kota Surakarta masih memberikan ruang untuk mendorong pertumbuhan. Namun, kondisi tersebut harus diikuti dengan peningkatan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkot Surakarta, lanjut dia, berupaya membangun lingkungan yang mendukung kegiatan ekonomi melalui berbagai agenda.
Di antaranya festival, pasar rakyat, penguatan UMKM, penyediaan ruang publik, hingga dukungan terhadap konektivitas transportasi.
Sementara itu, dunia usaha didorong untuk lebih adaptif dalam membaca kebutuhan pasar. Produk dan jasa yang ditawarkan diharapkan memiliki nilai tambah sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah kawasan Kauman. Pemerintah Kota Surakarta mengarahkannya sebagai destinasi wisata syariah atau wisata halal.
Selain Kauman, pengembangan kawasan Sriwedari juga masuk dalam agenda Pemkot Solo. Pemerintah juga menyiapkan konsep makam susun sebagai salah satu solusi atas keterbatasan lahan pemakaman di kawasan perkotaan.
Pengembangan pariwisata juga diarahkan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan. Selama ini Solo dikenal kuat sebagai kota kuliner, tetapi pemerintah ingin menghadirkan lebih banyak alternatif aktivitas wisata.
Salah satunya melalui pengembangan wellness tourism.
“Di Solo ini selalu dibilang kota kuliner. Tapi kita perlu tambah supaya length of stay bertambah, supaya wisatawan tetap bertahan lama di sini. Kita tambahkan yaitu wellness tourism,” kata Respati.
Penguatan ekonomi juga tidak terlepas dari upaya menarik investasi. Pemkot Surakarta berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih mudah melalui percepatan proses perizinan dan pengurangan berbagai hambatan administratif.
Respati menyebut skema investasi fast track disiapkan agar investor mendapatkan proses pelayanan yang lebih cepat dan transparan.
“Saya berharap betul kepada pelaku usaha, kita ada investasi fast track, jadi bebas pungli, bebas hambatan, mulai perizinan PBG sampai lain-lain, akan kita permudah semua,” tegasnya.
Menurut Respati, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar berbagai potensi tersebut dapat berkembang. Pemerintah bertugas membangun ekosistem, sedangkan pelaku usaha perlu menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan perkembangan pasar.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Surakarta berharap sumber pertumbuhan ekonomi baru tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.