615 Kebakaran Terjadi di Jateng, Pemprov Perkuat Kapasitas Relawan Hadapi Bencana

Pemprov Jawa Tengah memperkuat kapasitas 150 relawan kebencanaan untuk menghadapi ancaman kebakaran dan bencana selama musim kemarau.

chat_bubble_outline 0
Sumarno pimpin Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan/Humas Pemprov Jateng

 

SEMARANG, HARIANKOTA.COM  – Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian serius di Jawa Tengah selama musim kemarau. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kemampuan personel relawan agar lebih sigap menghadapi berbagai potensi bencana.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan relawan memiliki peran penting dalam penanganan awal ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kompetensi diperlukan agar langkah yang diambil di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Hal tersebut disampaikan Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (4/9/2026).

“Kami sangat mendukung kegiatan peningkatan kapasitas relawan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat,” kata Sumarno.

Menurutnya, kecepatan penanganan harus didukung kemampuan relawan yang mumpuni. Respons yang cepat dinilai dapat membantu mengurangi risiko kerugian material maupun korban jiwa.

Menghadapi musim kemarau, Pemprov Jateng juga memberi perhatian terhadap potensi kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 relawan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Pelatihan menghadirkan instruktur dari Basarnas dengan materi pencarian dan pertolongan, termasuk Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Bergas mengatakan, sebagian besar kebakaran di Jawa Tengah masih terjadi di kawasan pertanian dan perkebunan yang dipicu faktor kelalaian manusia.

“Ketika ada titik panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, kami langsung melakukan penanganan bersama Damkar setempat,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah periode 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 615 kejadian kebakaran. Rinciannya, 282 kebakaran hutan dan lahan serta 333 kebakaran gedung dan permukiman.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya