KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Kekosongan guru di sekolah dasar negeri Kabupaten Karanganyar belum sepenuhnya teratasi. Di tengah kebutuhan sekitar 350 guru, pemerintah daerah harus menghadapi tambahan persoalan berupa puluhan pendidik dan tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun setiap bulan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar mencatat kebutuhan tenaga pendidik SD negeri masih mengalami defisit. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Karanganyar memilih mengoptimalkan tenaga yang sudah tersedia sembari menunggu kebijakan rekrutmen ASN dari pemerintah pusat.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menarik guru ASN yang sebelumnya ditempatkan di jenjang taman kanak-kanak (TK) untuk ditempatkan kembali di SD negeri yang membutuhkan.
Pada tahap pertama, sebanyak 105 guru ASN ditarik dari TK. Redistribusi guru tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah.
Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan redistribusi menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan kekosongan guru, terutama di tingkat SD.
“Ini salah satu strategi Pemkab untuk menyiasati kekosongan guru di Kabupaten Karanganyar, khususnya SD yang rata-rata kekurangan satu sampai dua guru per sekolah,” kata Hendro usai penyerahan SK Pensiun dan Pengarahan di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (31/8/2026).
Redistribusi Guru Dilakukan Tiga Tahap
Hendro menjelaskan, penarikan guru ASN dari TK belum seluruhnya selesai. Dari sekitar 300-an guru ASN yang sebelumnya ditempatkan di jenjang TK, baru 105 orang yang ditarik pada tahap pertama.
Redistribusi akan dilakukan dalam tiga tahap. Penempatan guru disesuaikan dengan kondisi setiap sekolah sehingga tenaga pendidik dapat diarahkan ke satuan pendidikan yang memiliki kebutuhan paling mendesak.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk menjaga proses pembelajaran di sekolah yang mengalami kekurangan guru.
Puluhan Guru dan Tenaga Kependidikan Pensiun Tiap Bulan
Di sisi lain, kebutuhan guru Karanganyar juga terus berubah karena adanya gelombang pensiun.
Disdikbud mencatat rata-rata 25 hingga 30 pendidik dan tenaga kependidikan memasuki masa purna tugas setiap bulan.
Pada September 2026, sebanyak 25 personel dijadwalkan resmi pensiun. Mereka terdiri atas sejumlah jabatan, di antaranya kepala sekolah SMP, guru, personel Korwil, dan pengawas.
“Hari ini ada 25 personel pendidik dan tenaga kependidikan yang purna tugas per 1 September, mulai dari kepala sekolah SMP, guru, hingga personel dari Korwil dan pengawas,” ujar Hendro.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus kembali menghitung kebutuhan tenaga pendidik sekaligus mengantisipasi kekosongan jabatan tertentu, termasuk kepala sekolah.
Pemkab Karanganyar Masih Menunggu Rekrutmen ASN
Meski redistribusi guru dapat membantu menutup sebagian kekurangan, kebijakan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tenaga pendidik.
Dari total kebutuhan sekitar 350 guru, baru 105 guru ASN yang ditarik dari TK pada tahap pertama. Artinya, masih ada kekurangan yang harus dicarikan jalan keluar.
Disdikbud Karanganyar pun masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait peluang seleksi atau rekrutmen ASN baru.
Hendro mengatakan pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan kebutuhan guru tersebut bisa dipenuhi melalui rekrutmen baru.
Pasalnya, proses seleksi dan rekrutmen ASN merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Untuk sementara, Pemkab Karanganyar mengoptimalkan redistribusi tenaga pendidik yang telah tersedia agar sekolah yang kekurangan guru tidak terlalu lama menunggu.
Dengan kebutuhan sekitar 350 guru, ditambah rata-rata 25 hingga 30 pendidik dan tenaga kependidikan yang pensiun setiap bulan, persoalan pemerataan dan pemenuhan tenaga pendidik menjadi salah satu tantangan utama sektor pendidikan di Karanganyar.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.