SOLO, HARIANKOTA.COM – Bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030 dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM di Surakarta.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mendorong pelaku usaha tidak hanya memperkuat modal, tetapi juga mampu membaca perubahan perilaku konsumen dan memanfaatkan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Respati dalam peluncuran program Internet Rakyat yang digagas melalui kerja sama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge).
Menurut Respati, UMKM memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui kombinasi akses pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“UMKM adalah segmen pasar yang nyata ada di masyarakat. Pendampingan seperti yang dilakukan PNM sangat dibutuhkan agar para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang,” ujar Respati, Selasa (12/8/2026).
Ia menilai akses internet dengan biaya terjangkau dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM. Selain memudahkan mendapatkan informasi, konektivitas digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran melalui berbagai platform.
Respati juga meminta pelaku UMKM tidak mengabaikan perubahan tren konsumen. Menurut dia, generasi milenial dan Gen Z menjadi kelompok pasar yang perlu diperhatikan karena memiliki kontribusi besar terhadap komposisi penduduk.
Perubahan tersebut, lanjutnya, dapat dibaca sebagai peluang untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen, termasuk produk untuk anak, kecantikan, hingga perawatan kulit.
Karena itu, pelaku UMKM dan lembaga pendamping didorong lebih aktif melakukan pemetaan pasar agar produk yang dikembangkan tidak hanya mengikuti tren sesaat, tetapi memiliki peluang untuk bertahan dalam persaingan.
Program Internet Rakyat diharapkan turut memperluas akses digital bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dengan konektivitas yang lebih terjangkau, UMKM di Surakarta dan sekitarnya diharapkan dapat memperluas pemasaran, terhubung dengan jaringan distributor, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usaha.
Penguatan UMKM tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, penyedia layanan digital, dan pelaku usaha. Sinergi berbagai pihak dinilai penting agar UMKM mampu berkembang dan menghadapi perubahan struktur pasar menjelang bonus demografi 2030.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.