SOLO, HARIANKOTA.COM — Sebanyak 50 warga dari berbagai daerah di Solo Raya mendapat kesempatan menjalani operasi katarak tanpa biaya di RST Slamet Riyadi, Surakarta, Sabtu (22/8/2026).
Layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis SOLOPEDULI 2026.
Program yang digelar bertepatan dengan Milad ke-27 LAZ SOLOPEDULI dan HUT ke-76 KODAM IV/Diponegoro itu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Surakarta Respati.
Ia hadir untuk meninjau pelaksanaan operasi sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Peserta program tidak hanya berasal dari Surakarta. Warga dari Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten, hingga Wonogiri turut mendapatkan manfaat dari layanan tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 132 orang. Setelah menjalani pemeriksaan awal, 86 peserta melanjutkan ke tahap screening oleh dokter spesialis mata.
Dari hasil pemeriksaan medis, 50 peserta kemudian dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya SOLOPEDULI, Korem 074/Warastratama, RST Slamet Riyadi, Perdami, Pemerintah Kota Surakarta, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, termasuk Komandan Korem 074/Warastratama, Pembina dan CEO LAZ SOLOPEDULI, Kepala RST Slamet Riyadi, Dandenkesyah Surakarta, Dandim 0735/Surakarta, Kapolresta Surakarta, serta Ketua Perdami wilayah Yogyakarta dan Surakarta.
Walikota Respati menyebut layanan operasi katarak memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar menangani gangguan penglihatan.
Menurutnya, keterbatasan melihat dapat berpengaruh terhadap aktivitas, produktivitas, hingga kemandirian seseorang.
“Katarak bukan hanya persoalan kesehatan. Ketika penglihatan seseorang terganggu, aktivitas sehari-hari, kemandirian, produktivitas, bahkan kemampuan untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan juga ikut terdampak,” ujar Respati.
Karena itu, ia menilai operasi katarak gratis yang diberikan kepada masyarakat dapat menjadi langkah penting untuk membantu penerima manfaat menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
“Operasi yang dilakukan hari ini bukan hanya membantu seseorang melihat dengan lebih baik, tetapi juga mengembalikan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Respati menegaskan Pemerintah Kota Surakarta terus berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar jangkauannya semakin luas.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, lembaga sosial, TNI, rumah sakit, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Kolaborasi dengan lembaga sosial, TNI, rumah sakit, organisasi profesi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting. Bakti sosial seperti ini adalah contoh nyata bahwa ketika kita bersatu dan bergerak bersama, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat kita tangani dengan lebih cepat dan lebih luas,” ungkapnya.
Respati berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program sosial sesaat. Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses, dapat memperoleh pelayanan kesehatan.
“Mari kita terus membangun Solo Raya yang sehat, peduli, dan saling menguatkan. Karena kesehatan adalah hak semua orang, dan tidak boleh ada masyarakat yang kehilangan kesempatan untuk hidup sehat hanya karena keterbatasan akses,” pungkas Respati.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.