Polres Karanganyar Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Warga Terdampak Asap TPA Putri Cempo

Polres Karanganyar menyalurkan bantuan sembako, air mineral, mi instan, dan tikar serta memberikan trauma healing bagi warga terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kepulan asap kebakaran TPA Putri Cempo tak hanya memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran dan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak.

Untuk membantu warga menghadapi kondisi tersebut, Polres Karanganyar turun langsung ke lokasi pengungsian dengan menyalurkan bantuan sekaligus memberikan layanan trauma healing.

Kegiatan pendampingan dan penyaluran bantuan tersebut digelar di GOR UTP, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, pada Senin (7/9/2026) malam.

Dalam kegiatan itu, Polres Karanganyar menyalurkan bantuan berupa 10 paket sembako, 11 kardus air mineral, lima kardus mi instan, serta 12 tikar untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakapolres Karanganyar Kompol Miftakul Huda, kepada Kepala Desa Plesungan untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, jajaran Polres Karanganyar juga menghadirkan Tim Trauma Healing yang dipimpin Kabag SDM Kompol Hastin Marhadjanti. Tim memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak maupun warga yang berada di lokasi pengungsian.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB dan turut dihadiri para pejabat utama Polres Karanganyar, pengurus Bhayangkari Cabang Karanganyar, Kapolsek Gondangrejo beserta anggota.

Bagi anak-anak, tim trauma healing menyiapkan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan menghibur, seperti bermain, menggambar, hingga bernyanyi bersama. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak kembali ceria dan mengurangi dampak psikologis akibat situasi kebakaran serta asap yang mereka alami.

Sementara bagi warga dewasa, pendampingan dilakukan melalui komunikasi, dukungan psikologis, dan teknik relaksasi untuk membantu mengurangi kecemasan dan stres selama berada di pengungsian.

Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah paparan asap. Anak-anak yang mengikuti kegiatan turut menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dari jajaran Polres Karanganyar.

Wakapolres Karanganyar Kompol Miftakul Huda mengatakan, kehadiran Polri di tengah warga terdampak merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi ini. Selain bantuan kebutuhan bagi warga, kami juga memberikan pendampingan psikologis, khususnya kepada anak-anak dan masyarakat yang terdampak, agar mereka tetap merasa aman, tenang dan memiliki semangat dalam menghadapi situasi ini,” ujar Miftakul Huda.

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Oleh karena itu, trauma healing menjadi bagian penting dalam pendampingan terhadap warga, khususnya mereka yang harus tinggal sementara di lokasi pengungsian.

“Kami berharap kegiatan ini dapat sedikit membantu mengurangi beban dan kecemasan masyarakat. Polres Karanganyar akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada warga selama kondisi ini masih membutuhkan perhatian,” tambahnya.

Warga di lokasi pengungsian menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran aparat kepolisian, bantuan kebutuhan dasar, hingga pendampingan psikososial dinilai memberikan dukungan bagi masyarakat yang masih merasakan dampak asap kebakaran TPA Putri Cempo.

Melalui kegiatan ini, Polres Karanganyar berharap warga terdampak tetap memiliki rasa aman dan semangat dalam menghadapi kondisi yang terjadi, sembari menunggu situasi kembali pulih.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

11 jam yang lalu