Tiga Blok Dilalap Api, Kebakaran TPA Putri Cempo Kini Mulai Terkendali

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo mulai terkendali. Blok C dan D1 berhasil dikendalikan, sementara tim gabungan fokus memadamkan titik api tersisa di Blok B.

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah Blok C dan D1 berhasil dikendalikan, tim gabungan kini memusatkan penanganan pada titik api yang masih tersisa di Blok B.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan kebakaran sebelumnya melanda tiga dari empat blok yang ada di TPA Putri Cempo, yakni Blok B, Blok C, dan Blok D1.

Menurutnya, kondisi di Blok C dan D1 telah berhasil dikendalikan sejak Selasa malam. Sementara itu, penanganan di Blok B terus menunjukkan perkembangan.

“Alhamdulillah, tadi malam untuk Blok C dan Blok D1 sudah terkendali. Kemudian untuk Blok B, khususnya sisi sebelah selatan arah huruf L, juga sudah kita kondisikan,” kata Ari Dwi Daryatmo di Posko TPA Putri Cempo, Rabu (9/9/2026).

Ari mengatakan perkembangan penanganan kebakaran terus dipantau menggunakan drone thermal. Pemantauan dilakukan dua kali setiap hari, yakni pukul 09.00 WIB sebelum tim melaksanakan operasi pemadaman dan kembali dilakukan pada pukul 17.00 WIB.

Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim gabungan dalam menentukan strategi penanganan dan titik-titik yang menjadi prioritas pemadaman.

“Kalau dibandingkan dengan beberapa hari lalu, progres yang kita pantau melalui drone thermal sudah sangat signifikan,” ujarnya.

Pada Rabu (9/9/2026), tim melanjutkan penanganan di Blok B, terutama di sisi selatan yang berbatasan dengan area Subtek hingga kawasan IPAL di bagian utara.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga membuka jalur dan melakukan pemetaan area untuk memudahkan proses penanganan titik api yang masih tersisa.

Untuk memperkuat upaya pemadaman, BPBD Kota Surakarta juga mendapat bantuan alat berat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami mendapatkan bantuan tiga unit excavator dari BNPB. Saat ini dua unit sudah tiba dan segera kita operasionalkan di Blok B untuk membantu teman-teman nozzleman menyisir area yang sampai sekarang masih terus kita padamkan,” jelasnya.

Berdasarkan peta yang dimiliki tim penanganan, luas area terdampak kebakaran di TPA Putri Cempo mencapai sekitar 3,92 hektare.

Khusus untuk Blok B, Ari memperkirakan area yang masih menjadi fokus penanganan sekitar 11 persen. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena proses pemantauan dan pemadaman terus berlangsung.

“Yang khusus Blok B kurang lebih sekitar 11 persen. Ini masih dalam proses dan kemungkinan akan terus berubah sesuai perkembangan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surakarta telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp2,2 miliar setelah Wali Kota Solo menetapkan status tanggap darurat bencana.

Ari menjelaskan anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional penanganan kebakaran dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, dan OPD terkait lainnya.

“Untuk belanja operasional, setelah dikoordinasikan dengan lintas OPD, totalnya kurang lebih sekitar Rp2,2 miliar. Itu di luar biaya sewa excavator,” ungkapnya.

Terkait rencana modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran, Ari mengatakan hingga Rabu (9/9/2026), pelaksanaannya belum dapat dilakukan.

Menurutnya, rencana tersebut masih terus diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami tetap mengupayakan modifikasi cuaca, tetapi untuk hari ini belum bisa dilaksanakan karena masih mempertimbangkan kondisi awan dan informasi dari BMKG,” pungkasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan dan pemadaman secara intensif untuk memastikan api di TPA Putri Cempo dapat segera ditangani sepenuhnya dan tidak kembali meluas.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu