SEMARANG, HARIANKOTA.COM – Asap hitam yang selama ini kerap mengepul dari sejumlah armada transportasi umum di Kota Semarang segera menjadi masa lalu.
Pemerintah Kota Semarang resmi menghadirkan 27 bus listrik Trans Semarang untuk menggantikan armada lama sekaligus menekan polusi udara perkotaan.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi transportasi publik ramah lingkungan yang tengah digencarkan Pemkot Semarang.
Selain mengurangi emisi gas buang, kehadiran armada listrik baru tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang melalui operasional yang lebih senyap, modern, dan efisien.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan pengadaan bus listrik merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas udara sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat transportasi yang lebih bersih, nyaman, dan modern. Kehadiran bus listrik ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi emisi kendaraan dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan,” ujarnya.
Sebanyak 27 unit bus listrik low deck berukuran 12 meter tersebut disiapkan untuk memperkuat armada Trans Semarang sekaligus menggantikan sejumlah bus lama yang dinilai tidak lagi efisien dan masih menghasilkan emisi tinggi.
Pengadaan armada baru ini menjadi salah satu investasi strategis Pemkot Semarang dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kehadiran bus listrik juga diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
Proses pengadaan dilakukan melalui tender yang dimenangkan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Setelah melalui tahapan uji coba dan persiapan operasional, armada baru tersebut resmi diperkenalkan pada Mei 2026.
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya N. Bakrie, menyambut positif kolaborasi dengan Pemkot Semarang dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan.
“Peralihan ke kendaraan listrik merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Bus listrik menghadirkan udara yang lebih bersih, operasional yang lebih senyap, dan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat,” kata Anindya.
Menurutnya, penggunaan bus listrik tidak hanya berdampak pada penurunan emisi karbon di tingkat daerah, tetapi juga mendukung target nasional menuju Net Zero Emission dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Dengan tambahan 27 armada baru tersebut, Pemkot Semarang optimistis mampu mempercepat transformasi transportasi hijau sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas udara perkotaan.
Kehadiran bus listrik ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju sistem mobilitas yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan bagi warga Semarang.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.