BOYOLALI, HARIANKOTA.COM – Penguatan infrastruktur dan peningkatan produksi pangan menjadi dua fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun arah pembangunan tahun 2026.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komitmen itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat membuka Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Gede Boyolali, Selasa (2/6/2026).
Menurut Luthfi, pembangunan infrastruktur harus dimaknai lebih luas dan tidak hanya terbatas pada pembangunan jalan maupun jembatan.
“Infrastruktur tidak hanya jalan. Infrastruktur itu mencakup seluruh sarana prasarana yang menunjang pelayanan masyarakat, mulai pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Karena itu, pemerintah daerah diminta memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, sektor pangan juga menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi periode penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
Jawa Tengah yang memiliki sekitar 1,5 juta hektare Lahan Sawah Dilindungi (LSD) masih menjadi salah satu daerah penopang utama produksi pangan nasional. Pada 2025, provinsi ini mampu menghasilkan sekitar 9,1 juta ton gabah kering atau berkontribusi sekitar 15,6 persen terhadap produksi nasional.
Untuk mencapai target nasional sebesar 11 juta ton pada 2026, seluruh daerah diminta mulai melakukan berbagai langkah mitigasi sejak dini.
“Tahun 2026 target nasional mencapai 11 juta ton. Karena itu seluruh daerah harus melakukan mitigasi sejak dini, terutama menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau,” ujarnya.
Luthfi meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya tersebut diperlukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Ia optimistis penguatan infrastruktur yang dibarengi peningkatan produksi pangan akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.