Inilah Jenis kue yang Wajib Disajikan Saat Imlek, Ada Filosofinya Lho

chat_bubble_outline 0

Sumber: wikimedia.commons.org

HARIANKOTA.COM – Kue khas Imlek umumnya mempunyai bentuk, rasa, dan tekstur yang sangat unik. Selain itu beberapa jenis kue tersebut memiliki makna filosofi tersendiri.

Inilah beberapa jenis kue yang biasa disajikan saat Imlek.

  1. Kue keranjang atau “Nian Gao”

Kue ini iconik di setiap perayaan Imlek. Bahkan di kota Solo saat Grebeg Sudiroprojo membagikan gunungan kue keranjang pada masyarkat Solo.

Kue yang terbuat dari tepung beras ketan ini melambangkan kemakmuran dan persatuan antara anggota keluarga.

  1. Kue Bulan

Kue lain yang juga ada disetiap perayaan Imlek adalah kue bulan.

Isian kue bulan pun bermacam-macam, dari kacang merah, kacang hijau, hingga biji teratai. Pada bagian atas kue bulan biasanya terdapat tulisan mandarin yang berarti umur panjang atau harmoni.

  1. Kue Ku

Kue ku merupakan camilan tradisional berbentuk cangkang kura-kura dengan warna merah mencolok. Jenis kue ini memiliki isian yang manis dan tekstur lengket ketika dimakan.

Kue ku sering kali disajikan saat Imlek karena mempunyai makna umur panjang dan kemakmuran.

  1. Kue Mangkuk

Sekilas, kue satu ini mirip seperti bolu kukus. Namun, kue mangkuk terbuat dari tepung beras, terigu, dan tapai singkong. Bagian atas kue mangkuk yang mengembang melambangkan rezeki yang terus melimpah.

Di Indonesia, kamu bisa menemukan kue mangkuk dengan berbagai macam warna, seperti pink, cokelat, dan merah.

  1. Kue Lapis Legit

Kue lapis legit pun menjadi primadona saat Hari Raya Imlek. Pasalnya, kue tradisional satu ini memiliki makna rezeki yang berlapis-lapis.

Untuk membuat satu loyang lapis legit, kamu membutuhkan waktu dan tingkat kesabaran yang tinggi. Tidak heran, kue satu ini mempunyai harga yang cukup mahal.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu