Bawaslu Karanganyar Raih Peringkat Kedua Kampung Pengawasan Tingkat Nasional

Bawaslu Karanganyar meraih peringkat kedua Kampung Pengawasan tingkat nasional dan memperkuat kapasitas jajaran menuju Pemilu 2029.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIAN.COM – Bawaslu Kabupaten Karanganyar memasuki usia delapan tahun dengan sejumlah capaian kinerja sekaligus menyiapkan penguatan internal untuk menghadapi Pemilu 2029.

Salah satu pencapaian terbaru yakni peringkat kedua Kampung Pengawasan tingkat nasional dari 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.

Capaian tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, dalam jumpa pers memperingati HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia di Sekretariat Bawaslu Karanganyar, Rabu (12/8/2026).

Menurut Nuning, penguatan pengawasan berbasis masyarakat terus dilakukan meski tahapan pemilu sedang tidak berlangsung. Saat ini, Karanganyar telah memiliki 31 Kampung Pengawasan yang terdiri dari 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Anti Politik Uang.

“Meski di masa post electoral, kami tidak hanya berada di balik meja. Kami terus melakukan sambang desa dan konsolidasi di semua tingkatan. Harapannya jumlah Kampung Pengawasan terus bertambah hingga akhir tahun. Setidaknya menjadi dua kali lipat dari yang sekarang,” ujar Nuning.

Selain prestasi Kampung Pengawasan, Bawaslu Karanganyar juga mencatat peringkat pertama nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) untuk satuan kerja baru Bawaslu se-Indonesia.

Kinerja tersebut dilengkapi predikat Mutu A dalam layanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat 3,64 dari skala 4 atau setara 91 pada Semester I 2026. Di bidang kehumasan, Bawaslu Karanganyar juga masuk 10 besar Poster Terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Nuning mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Memasuki usia delapan tahun, Bawaslu Karanganyar juga tetap membuka ruang pengaduan bagi masyarakat. Di antaranya layanan bagi warga yang belum masuk dalam data pemilih berkelanjutan serta masyarakat yang namanya dicatut sebagai anggota partai politik.

Tak hanya mengejar capaian kelembagaan, Bawaslu Karanganyar mulai memperkuat kompetensi jajaran pengawas sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Salah satunya melalui program Bawaslu Membelajarkan Volume II yang dijadwalkan mulai September 2026.

Program tersebut akan melibatkan pemateri dari jajaran Bawaslu di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Materinya mencakup 10 klaster utama dengan 30 topik pembelajaran.

“Ini ikhtiar menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun budaya belajar di lingkungan Bawaslu,” kata Nuning.

Untuk Karanganyar, salah satu fokus pembelajaran berkaitan dengan netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa, penyalahgunaan jabatan, serta penerapan sanksi.
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui penyusunan buku Penanganan Pelanggaran Jilid II.

“Buku tersebut melibatkan pengawas tingkat kabupaten serta jajaran pengawas ad hoc yang bertugas pada Pemilu 2024. Peluncurannya ditargetkan pada Desember 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, edukasi kepemiluan dilakukan melalui Kelas Penegakan Hukum Pemilu, Kelas Penyelesaian Sengketa, hingga program Nyemplung Pawiyatan di tingkat SMP dan SMA/SMK. Bawaslu Karanganyar juga telah menjalin 42 kerja sama dengan sejumlah lembaga strategis.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-8, Bawaslu Karanganyar turut menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.

“Pengawasan yang optimal membutuhkan fisik dan mental jajaran yang sehat. Melalui cek kesehatan gratis ini, kami ingin mengapresiasi kawan media serta masyarakat yang setia menjadi mitra Bawaslu,” pungkas Nuning.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya