SOLO, HARIANKOTA.COM – Kota Solo menambah destinasi wisata edukasi dengan hadirnya Tahir Solo Museum, sebuah museum yang memadukan sains, teknologi, fosil, antariksa, hingga seni dalam satu kawasan.
Museum hibah dari pengusaha nasional Tahir ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran sekaligus ruang kolaborasi budaya bagi masyarakat.
Dalam peresmian museum, Tahir mengaku bangga dapat memberikan kontribusi bagi Kota Solo. Menurutnya, pembangunan museum merupakan bentuk kepedulian untuk menghadirkan sarana pendidikan yang bisa dinikmati masyarakat luas.
“Saya merasa terhormat diberi kesempatan oleh Pak Wali dan masyarakat Solo untuk bisa berbuat sesuatu di Kota Solo,” ujar Tahir.
Salah satu koleksi unggulan museum adalah fosil asli yang dipinjam dari China. Tahir menjelaskan, masa peminjaman awal berlangsung selama enam bulan, namun pihaknya akan mengupayakan perpanjangan agar koleksi tersebut tetap dapat dinikmati pengunjung.
Ia juga memastikan museum akan terus menghadirkan pembaruan koleksi, terutama pada area teknologi, robotik, dan antariksa sehingga pengunjung memperoleh pengalaman berbeda setiap kali datang.
“Konsepnya akan terus diperbarui. Jadi tidak hanya koleksi yang tetap, tetapi akan ada tambahan dan pembaruan secara berkala,” katanya.
Pengembangan kawasan museum juga akan dilakukan secara bertahap. Pada fase berikutnya akan dibangun President Center yang dilengkapi auditorium tertutup dan ruang pertunjukan terbuka.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menjadi lokasi penyelenggaraan seminar internasional, kuliah umum tokoh dunia, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Sementara itu, Wali Kota Solo menyebut kehadiran Tahir Solo Museum menjadi aset baru bagi Kota Solo di bidang pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan.
“Ini adalah berkah bagi warga Solo. Perjalanan pengembangannya memang masih panjang, tetapi ini menjadi awal yang luar biasa dan akan menjadi pusat pendidikan yang baru,” katanya.
Pemkot Solo saat ini masih menyiapkan regulasi operasional museum, termasuk jadwal pembukaan untuk masyarakat umum serta mekanisme tarif masuk. Untuk sementara, museum masih memasuki tahap uji coba.
Menurut Wali Kota, museum memiliki konsep yang terintegrasi. Lantai bawah menghadirkan edukasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), lantai tengah menampilkan fosil dan wahana antariksa, sedangkan lantai atas diisi berbagai koleksi seni.
Pemerintah Kota Solo juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, guna memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi, riset, dan pengembangan kebudayaan.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.