Kemendikdasmen Apresiasi Kelulusan 100 Persen Program PKW dan PKK di Karanganyar

Kemendikdasmen mengapresiasi keberhasilan Program PKW dan PKK di Karanganyar yang meluluskan 169 peserta dengan tingkat kelulusan 100 persen serta sertifikasi kompetensi nasional.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Keberhasilan tujuh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kabupaten Karanganyar meluluskan seluruh peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sebanyak 169 peserta dinyatakan lulus uji kompetensi dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menyebut Karanganyar memiliki model pelaksanaan program yang layak dijadikan contoh secara nasional.

Menurutnya, program PKW di Karanganyar tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga sertifikasi kompetensi berstandar nasional bergambar Garuda.

“Karanganyar sangat lengkap dan bisa menjadi percontohan nasional. Peserta PKW tidak hanya dipersiapkan menjadi wirausahawan, tetapi juga memperoleh sertifikat kompetensi yang menjadi bekal saat melamar pekerjaan di dalam maupun luar negeri,” ujar Yaya usai menghadiri penutupan program dan penyerahan Bantuan Sarana Usaha (BSU) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, metode pelatihan didominasi praktik hingga sekitar 95 persen sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sasaran program ini adalah lulusan SMA yang belum bekerja maupun anak putus sekolah.

Selain mendapatkan pelatihan dan sertifikat kompetensi, peserta juga difasilitasi memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga dapat langsung menjalankan usaha secara legal.

“Peserta mendapatkan keterampilan, sertifikat kompetensi, bantuan modal, sekaligus izin usaha berupa NIB. Harapannya mereka bisa langsung memulai usaha secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja terampil sekaligus calon wirausahawan baru.

Menurutnya, sejumlah bidang keterampilan seperti Make Up Artist (MUA) memiliki prospek yang terus berkembang sehingga lulusan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, bukan hanya mencari pekerjaan.

“Kami berharap lulusan pelatihan mampu menjadi wirausahawan yang kreatif, inovatif, dan ikut membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Hendro.

Di sisi lain, tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan juga dipengaruhi adanya sertifikasi kompetensi resmi yang diakui negara. Pimpinan LKP Asti Karanganyar, Asti, mengatakan sertifikat tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan saat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha sendiri.

“Sertifikat bergambar Garuda menjadi bukti kompetensi yang diakui negara. Ini sangat membantu lulusan, baik ketika berwirausaha maupun bekerja hingga ke luar negeri,” tuturnya.

 

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya