Solo Tawarkan Konsep Zero Accident MBG, Respati Siap Bersinergi dengan Kepala BGN

Wali Kota Solo Respati Ardi menawarkan Kota Solo sebagai percontohan nasional Program Makan Bergizi Gratis kepada Kepala BGN Sudaryono dengan konsep Zero Accident dan dashboard monitoring.

chat_bubble_outline 0
Walikota Solo Respati Ardi

SOLO, HARIANKOTA.COM  – Pemerintah Kota Solo menawarkan konsep pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis Zero Accident sebagai model yang dapat diterapkan secara nasional.

Gagasan itu disampaikan Wali Kota Solo Respati Ardi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, usai pelantikannya.

Respati menyambut positif penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN. Menurutnya, kepemimpinan baru di lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis.

Pemkot Solo, lanjut Respati, siap memperkuat sinergi dengan BGN agar pelaksanaan MBG semakin efektif, tepat sasaran, dan dapat menjadi acuan bagi daerah lain.

Dalam komunikasi dengan Sudaryono, Respati memaparkan pengalaman Kota Solo selama menjalankan program MBG, termasuk berbagai capaian maupun tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Kami sudah sampaikan langsung ke beliau kelebihan dan kekurangan di Solo. Saya juga menyampaikan komitmen Solo Zero Accident MBG dan menawarkan agar Solo menjadi kota percontohan pelaksanaan MBG,” ujar Respati, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Solo telah menyiapkan dashboard khusus untuk mendukung monitoring dan evaluasi program MBG. Sistem tersebut juga melibatkan Tim Penggerak PKK yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah.

“Dashboard MBG sudah siap digunakan untuk monitoring dan evaluasi. Pelaksanaannya juga melibatkan PKK yang sebelumnya mendapatkan apresiasi dari Pak Gubernur,” katanya.

Respati berharap Sudaryono mampu membawa perubahan positif di Badan Gizi Nasional sehingga pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia semakin optimal.

“Saya doakan Mas Daryono bisa membawa perubahan yang nyata di BGN ke depan,” ucapnya.

Menurut Respati, pelaksanaan MBG di sejumlah daerah kini memasuki tahap pengawasan dan evaluasi. Ia optimistis moratorium yang diterapkan dapat menjadi momentum untuk menyempurnakan pelaksanaan program sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya