DWP Jateng Gelar Lomba Kreasi Minuman Herbal, Dorong Kreativitas dan Peluang Usaha

DWP Jawa Tengah menggelar lomba kreasi minuman herbal dalam rangka Hari Kartini 2026. Kegiatan ini mendorong kreativitas perempuan sekaligus membuka peluang usaha berbasis bahan alami.

chat_bubble_outline 0
aneka olahan herbal/humas Pemprov Jateng

SEMARANG, HARIANKOTA.COM – Suasana hangat penuh aroma rempah terasa di halaman Kantor Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026). Berbagai bahan alami seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh, hingga jeruk lemon tersusun rapi di meja, siap diolah menjadi minuman herbal oleh para peserta lomba.

Kegiatan yang diikuti anggota DWP dari 37 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng ini menjadi ajang unjuk kreativitas perempuan dalam meracik minuman sehat. Momentum peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan untuk mendorong perempuan agar lebih produktif sekaligus menggali potensi ekonomi dari bahan-bahan sederhana di sekitar.

Para peserta tampak telaten meramu bahan, menuangkan air panas, hingga menghasilkan minuman dengan warna alami yang menarik. Inovasi pun bermunculan dari tiap tim, baik dari segi rasa, tampilan, hingga konsep produk.

Salah satu kreasi datang dari Jeanne MJ Pattalala Sucahyo, anggota DWP Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng. Ia menghadirkan minuman herbal berbahan dasar beras hitam yang diberi nama “Ramuya”.

Minuman tersebut terdiri dari tujuh bahan, yakni beras hitam, jahe, gula aren, sereh, cengkeh, kapulaga, dan kayu manis. Selain memiliki manfaat kesehatan, produk ini juga sudah dipasarkan.

“Khasiatnya sebagai antioksidan, juga baik untuk perempuan, termasuk membantu mencegah menopause dini. Saat ini sudah kami jual sekitar Rp25.000 per botol,” ujarnya.

Kreasi lain ditampilkan oleh DWP Dinas Komunikasi dan Digital (Diskomdigi) Jateng melalui minuman bertajuk “Liquid Botox Tea”. Racikan jahe dan sereh dipadukan dengan perasan lemon serta bunga telang, menghasilkan warna ungu yang menarik perhatian.

Pengurus DWP Diskomdigi Jateng, Eka Enrico Adrian, mengatakan inovasi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperkenalkan minuman sehat berbahan alami.

“Harapannya perempuan bisa semakin berdaya dan produktif, dengan memanfaatkan bahan di sekitar yang terjangkau namun tetap bermanfaat,” katanya.

Berdasarkan penilaian dewan juri, DWP Disperindag Jateng meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati DWP Diskomdigi Jateng, sementara juara ketiga diraih DWP Dinas Pendidikan Jateng.

Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah, Indah Sumarno, mengapresiasi antusiasme dan inovasi peserta. Ia menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang telah digelar sebelumnya pada Februari 2026.

Menurutnya, lomba ini bukan sekadar soal kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mendorong perempuan untuk terus berinovasi dan mandiri secara ekonomi.

“Diharapkan kegiatan ini memberi inspirasi positif, sehingga para anggota dapat menunjukkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi usaha,” ujarnya.

Indah menilai produk yang dihasilkan peserta memiliki peluang pasar yang cukup baik, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun manfaat kesehatan. Ia juga mendorong peserta untuk menindaklanjuti dengan pengembangan usaha dan pendaftaran produk ke dinas terkait.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal minuman herbal. Pasalnya, saat ini konsumsi minuman tinggi gula masih cukup tinggi di kalangan anak muda.

“Ke depan, anak-anak diharapkan lebih mengenal minuman sehat dengan tampilan menarik, sehingga tidak selalu bergantung pada minuman tinggi gula,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya