SUKOHARJO, HARIANKOTA.COM– Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mulai memunculkan respons dari internal partai.
Namun, Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Dahono Marlianto, memilih menahan diri dan belum memberikan banyak komentar sebelum memperoleh informasi yang utuh terkait perkara tersebut.
Saat dihubungi pada Jumat (10/7/2026), Dahono mengaku sedang berada di Surabaya untuk menjalankan kunjungan kerja sehingga belum dapat memantau secara langsung perkembangan kasus yang menjerat Etik Suryani.
“Posisi kami sedang kunjungan kerja di Surabaya. Jadi saya belum bisa memantau secara langsung dan belum mengetahui detail maupun kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.
Dahono mengatakan komunikasi terakhirnya dengan Etik Suryani berlangsung seperti biasa dan hanya membahas agenda kepartaian.
“Komunikasi terakhir ya seperti biasa, terkait kegiatan partai,” katanya.
Ia menegaskan DPC PDIP Sukoharjo akan menggelar rapat internal sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik. Menurutnya, pernyataan yang disampaikan tanpa informasi lengkap hanya akan memicu spekulasi.
“Nanti kami rapat dulu bersama teman-teman. Setelah itu baru kami menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan spekulasi,” ucapnya.
Sebelumnya, KPK mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Sukoharjo, termasuk Bupati Etik Suryani. Seluruh pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Hingga kini, KPK masih mendalami kasus tersebut.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.