13 Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Pendaki Hilang di Tapak Nogo Resmi Ditutup

Operasi SAR pendaki hilang di Tapak Nogo, Bukit Mongkrang, Karanganyar resmi ditutup setelah 13 hari pencarian tanpa temuan survivor.

chat_bubble_outline 0
Suasana mengumumkan penutupan operasi pencarian pendaki hilang di l Bukit Mongkrang Karanganyar/Foto Basarnas

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Operasi Pencarian dan Pertolongan (Ops SAR) yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap pendaki yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan pada sore hari pencarian ke-13, Sabtu (31/1/2026).

Hingga hari terakhir pelaksanaan, survivor belum berhasil ditemukan. Pengumuman penghentian operasi disampaikan secara khidmat di Pos Komando Pencarian Bukit Mongkrang, di hadapan relawan, petugas Basarnas, BPBD, serta unsur terkait lainnya.

Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki, mengatakan bahwa selama proses pencarian sejak hari pertama hingga hari ke-13, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda maupun petunjuk signifikan yang mengarah pada keberadaan korban.

“Karena mengingat dan mempertimbangkan hasil pencarian kita dari hari pertama hingga sekarang, tidak ada tanda-tanda yang bisa menunjukkan kepada kita semua ke mana saudara kita, Yasid,” ujar Basuki.

Dengan pertimbangan tersebut, tim SAR gabungan kemudian memutuskan untuk menutup Operasi SAR pada sore hari itu.

“Maka pada sore hari ini, Operasi SAR dinyatakan ditutup,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menambahkan bahwa hasil pencarian pada hari ke-13 juga menunjukkan nihil temuan, baik berupa tanda keberadaan korban maupun petunjuk pendukung lainnya.

“Izin melaporkan dengan hormat, hasil Ops SAR hari ini nihil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor,” katanya.

Sebelum dinyatakan ditutup, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran maksimal di sejumlah titik rawan. Salah satu fokus pencarian dilakukan pada jurang terdalam di area Tapak Nogo dengan menggunakan metode sistem vertikal, mengingat kondisi medan yang ekstrem dan berisiko tinggi.

Meski telah mengerahkan personel, peralatan, serta teknik pencarian lanjutan, upaya tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim serta hasil evaluasi lapangan, operasi pencarian akhirnya diputuskan untuk dihentikan.

Penutupan Ops SAR dilakukan sesuai prosedur. Namun demikian, tim SAR menyatakan masih membuka kemungkinan operasi lanjutan apabila di kemudian hari ditemukan informasi atau petunjuk baru yang relevan.

Korban yang dicari diketahui  Yazid Ahmad Firdaus (26), pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu. Korban seorang pendaki yang dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang.

Selama 13 hari, tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari penyisiran jalur pendakian, area hutan, hingga lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik keberadaan korban.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu