Urban Farming Jadi Andalan Ketahanan Pangan Warga Solo di Tengah Keterbatasan Lahan

chat_bubble_outline 0
Wawali Solo saat siaran SOLO FYP dengan tema Makna Bertani di Tengah Kota.

SOLO, HARIANKOTA.COM – Praktik pertanian perkotaan atau urban farming kian berkembang di Kota Surakarta dan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan warga. Di tengah keterbatasan lahan, warga Solo mampu memanfaatkan ruang sempit di lingkungan tempat tinggal untuk menghasilkan pangan keluarga.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan bahwa bertani di wilayah perkotaan tidak harus bergantung pada lahan luas. Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran SOLO FYP bersama Wakil Wali Kota dengan tema Makna Bertani di Tengah Kota.

“Bertani di kota itu tidak harus punya lahan luas. Dari halaman rumah, gang kampung, sampai lahan sempit, semuanya bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Wakil Wali Kota.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta menunjukkan bahwa sektor pertanian di Solo saat ini lebih didominasi oleh kegiatan peternakan dan perikanan. Kondisi tersebut menjadi bentuk adaptasi masyarakat perkotaan dalam menyiasati keterbatasan ruang.

Salah satu contoh terlihat pada kelompok tani di wilayah Banyuanyar yang mengembangkan usaha ternak ayam, ikan, hingga kambing di kawasan perkotaan. Inovasi tersebut dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menambah pendapatan warga.

Selain berdampak pada pemenuhan pangan, urban farming juga dinilai memiliki nilai sosial yang kuat.

“Yang paling penting dari bertani di kampung bukan hanya hasil panennya, tetapi kebersamaan dan gotong royong warga yang tumbuh,” kata Wakil Wali Kota.

Manfaat serupa dirasakan Kelompok Tani Sumber Berkah di Kelurahan Joglo yang secara rutin membagikan hasil panen kepada warga sekitar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap pangan sehat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan membantu perekonomian keluarga.

Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong pengembangan urban farming melalui pendampingan, bantuan sarana dan prasarana, hingga pelatihan pengolahan hasil pertanian. Upaya tersebut salah satunya dilakukan pada Kelompok Tani Subur Makmur di wilayah Semanggi.

Menutup siaran, Wakil Wali Kota mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian perkotaan.

“Bertani itu bukan pekerjaan kuno. Justru sekarang bertani itu keren, inovatif, dan punya peran besar untuk masa depan kota,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya