Stok Beras dan BBM Dipastikan Aman Jelang Idulfitri

Mendagri Tito Karnavian memastikan stok beras nasional mencapai 4 juta ton dan pasokan BBM aman menjelang Idulfitri 1447 H

chat_bubble_outline 0
Pasar murah selama bulan Ramadan

JAKARTA, HARIANKOTA.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan ketersediaan bahan pokok nasional, terutama beras dan bahan bakar minyak (BBM), dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga dan kelangkaan pasokan menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Tito, pemerintah telah memantau secara intensif ketersediaan pangan dan energi di seluruh daerah. Saat ini, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar empat juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

“Tidak perlu panic buying karena justru bisa mengganggu rantai pasok pangan. Pemerintah sudah memiliki skema untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok,” kata Tito dalam keterangan resmi usai memimpin rapat koordinasi bersama kepala daerah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tito juga menginstruksikan para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk segera melakukan rapat koordinasi di daerah masing-masing.

Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi pangan dan energi berjalan lancar serta mencegah gangguan pasokan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.

Ia meminta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan distributor, pelaku usaha, dan pihak terkait guna menjamin ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Kepala daerah harus segera berkoordinasi dengan para distributor dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan barang, Mendagri juga menekankan pentingnya aspek keamanan selama periode libur Lebaran. Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengamanan di kawasan wisata serta mengatur arus mudik agar tetap tertib dan aman.

Koordinasi lintas sektor, menurut Tito, sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan yang tidak terkendali serta menjamin kenyamanan masyarakat selama libur Idulfitri.

“Rasa aman dan nyaman harus dirasakan masyarakat, baik saat arus mudik maupun ketika berkunjung ke tempat wisata,” katanya.

Sebagai langkah pengawasan, Tito mengeluarkan instruksi agar seluruh kepala daerah tetap berada di wilayah tugas masing-masing pada 14–28 Maret 2026.

Kehadiran langsung para pemimpin daerah dinilai penting untuk memantau situasi di lapangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta menjaga stabilitas keamanan selama momentum Idulfitri.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya