KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Isu Jawa Tengah disebut sebagai “kandang gajah” oleh partai lain tidak menjadi perhatian utama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng itu menegaskan tetap fokus pada konsolidasi internal serta menjalankan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Dolfie OFP, mengatakan pihaknya tidak ingin ikut mengomentari strategi politik partai lain yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kekuatan.
“Kami fokus pada agenda partai kami. Mau menjadikan kandang apa, itu strategi partai lain. Kami tidak mengomentari,” ujarnya saat ditemui dalam agenda konsolidasi partai, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, saat ini PDIP lebih memprioritaskan pelaksanaan program partai dan menindaklanjuti janji kampanye setelah Pemilu 2024. Ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh kader partai, baik di legislatif maupun kepala daerah.
“Ini baru satu tahun setelah pemilu. Banyak tugas yang harus dipenuhi, termasuk janji kampanye yang harus dijalankan oleh anggota DPRD dan para bupati dari PDIP,” jelasnya.
Kegiatan tersebut merupakan pertemuan konsolidasi yang digelar DPD PDIP Jawa Tengah bersama pengurus di tingkat cabang (DPC). Agenda ini juga menjadi ajang untuk menyatukan arah gerak partai serta merumuskan prioritas kerja pada tahun 2026.
Dalam konsolidasi tersebut, PDIP juga membahas arah program kerja partai ke depan. Salah satu fokus utama adalah memastikan janji kampanye dapat direalisasikan oleh kader yang duduk di pemerintahan.
Terkait pembangunan, terutama infrastruktur, Dolfie menyebut kondisi fiskal daerah saat ini masih sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ketergantungan APBD terhadap APBN bisa mencapai sekitar 80 persen. Ketika prioritas APBN berubah, tentu berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai infrastruktur,” jelasnya.
Karena itu, PDIP mendorong pemerintah daerah yang dipimpin kader partai untuk lebih dulu memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang utama dipenuhi adalah kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Jika masih ada ruang fiskal, baru dialokasikan ke sektor lain,” katanya.
Selain evaluasi program, pertemuan tersebut juga menjadi momen perkenalan kepengurusan DPD PDIP Jawa Tengah kepada jajaran pengurus di tingkat cabang. Konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus menajamkan program partai ke depan.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Legislatif DPP PDIP, Bambang Wuryanto, menjelaskan dirinya hadir sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah.
“Ini bukan situasi darurat, tetapi agenda pertemuan atau ‘roso’ dari DPD partai. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan konsolidasi di setiap cabang,” katanya.
Ia menambahkan, pembahasan detail agenda pertemuan lebih banyak dibahas di tingkat pengurus daerah.


Tidak ada komentar