Senyum Bahagia Penjual Sepatu di Taman Pancasila Karanganyar Saat Putra Bungsunya Jadi Lulusan UGM Terbaik

Senyum bahagia terpancar dari raut wajah pasangan pasutri, penjual sepatu di Taman Pancasila, Karanganyar Suradi (60) dan Sri Sukarmi (59). Bagaimana tidak, putra bungsunya, Muhammad Iksanudin Alamin, menjadi wisudawan terbaik Universitas Gadjah Mada (UGM).

chat_bubble_outline 0
Orang Tua Lulusan Terbaik
Senyum Bahagia Penjual Sepatu di Taman Pancasila Karanganyar Saat Putra Bungsunya Jadi Lulusan UGM Terbaik (Foto: Alifian/Hariankota.com)

Namun lambat laun karena sering dinasehati, akhirnya saat SMP dan SMA, Ikhsan mau bermain dengan temannya yang laki-laki.

Karmi bukanlah orangtua dari kalangan warga mampu. Dia hanyalah pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di kawasan Taman Pancasila. Sementara suaminya hanya buruh serabutan sebagai buruh tani dan kuli bangunan.

Meski hanya berpenghasilan pas-pasan, namun keduannya mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Ia dan suami memiliki empat orang anak. anak pertamanya bernama Wahyu Pradi Prayoga yang kini bekerja di salah satu pabrik di Kerawang, Jawa Barat.

Anak keduanya bernama Wahyu Dwi Nurlita. Wahyu Dwi Nurlita, bekerja sebagai perawat di RS Merah Putih Magelang, dan anak ketiga Arifah Sulistiyaningrum, seorang hafidz yang sudah hafal 30 Juz.

Karmi mengaku cukup kesulitan untuk membiayai empat orang anak. Beruntung, Iksan mendapatkan beasiswa pendidikan selama kuliah di UGM.

“Dari awal kuliah sampai wisuda, dapat beasiswa. Jadi tidak pernah bayar kuliah,” kata dia.

Ia hanya mampu memberikan uang saku pada putranya itu. Itupun sangat pas-pasan untuk biaya hidup Iksan sehari-hari di Jogja. Uang saku itu diberikan setiap sepekan sekali saat Iksan pulang ke rumah.

Biasanya dia hanya memberi uang saku Rp100.000-Rp150.000 per pekan. Namun sering kali Iksan menolak menerima uang saku dari kedua orang tuannya, karena uang saku sebelumnya masih ada.

“Seringnya bilang uang saku kemarin masih ada.Jadi tidak minta sangu,” katanya.

Karmi mengatakan jika putranya terbiasa hidup sederhana. Sehingga tak terpengaruh dengan hiruk pikuk Kota Yogyakarta.

Dia berharap putra yang kembali melanjutkan kuliah profesi keperawatan, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan membanggakan keluarga.

Senada, Bude Iksan, Suyatmi, 65, yang juga penjual sepatu di pasar Jungke, Karanganyar, sangat bangga Iksan dengan prestasi keponakannya itu.

Dia bahkan ikut hadir saat upacara wisuda di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pada Rabu (21/2/2024).

Saat melihat keponakannya itu diwisudan bersama 1.582 wisudawan dirinya menangis bahagia.

“Ikhsan itu memang sejak kecil jarang main. Hobinya cuma belajar terus di rumah. Jadi memang sudah pintar dari kecil,”ungkap kata Suyatmi bangga.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya