Rinto Subekti Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Jadi Filter Maraknya Hoax Era Digital

Anggota MPR/DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Rinto Subekti, kembali turun ke masyarakat untuk menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

chat_bubble_outline 0
Rinto Subekti Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Jadi Filter Maraknya Hoax Era Digital (Foto: HARIANKOTA)

SRAGEN, HARIANKOTA.COM – Anggota MPR/DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Rinto Subekti, kembali turun ke masyarakat untuk menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dilaksanakan di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (9/12/2025).

Mengusung tema strategis “Membangun Generasi Emas Berkarakter: Aktualisasi Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital”, acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen warga setempat.

Dalam paparannya, Rinto Subekti menekankan bahwa kemajuan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat di era digital membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain berpotensi menggerus nilai-nilai luhur bangsa jika tidak dibarengi dengan fondasi karakter yang kuat.

“Era digital adalah keniscayaan, namun karakter bangsa adalah keharusan. Generasi Emas yang kita cita-citakan tidak hanya harus cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan kita,” ujar Rinto di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Legislator dari Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—bukanlah sekadar slogan semata, melainkan pedoman hidup (way of life) yang harus diaktualisasikan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi di dunia maya.

Rinto menyoroti maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan intoleransi di media sosial sebagai tantangan nyata bagi persatuan bangsa.

“Pancasila harus menjadi filter kita. Sebelum membagikan informasi, saring dulu apakah ini bermanfaat, apakah ini benar, dan apakah ini sesuai dengan nilai persatuan kita. Aktualisasi nilai-nilai luhur ini adalah kunci agar kita tidak terpecah belah oleh provokasi digital,” tegas Wakil Ketua Komisi XIII tersebut.

Masyarakat Mondokan tampak antusias mengikuti sosialisasi ini. Kegiatan ini juga menjadi wadah dialog langsung antara wakil rakyat dengan konstituennya mengenai berbagai isu kebangsaan dan pembangunan daerah.

Menutup kegiatannya, Rinto Subekti mengajak seluruh elemen masyarakat Sragen untuk bersinergi menyiapkan generasi muda yang tangguh.

“Mari kita bimbing anak-anak kita, generasi penerus bangsa, agar menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang santun, toleran, dan bergotong royong,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama, menandai komitmen bersama untuk terus merawat kebhinekaan di Bumi Sukowati. (aya).

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya