BANDUNG, HARIANKOTA.COM – Program pemagangan nasional MagangHub yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan mulai diterapkan di berbagai sektor, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi meninjau langsung kegiatan pemagangan tersebut pada Jumat (13/3/2026). Ia melihat sejumlah aktivitas pelatihan yang melibatkan peserta magang bersama warga binaan.
Menurut Cris, program pemagangan menjadi salah satu cara efektif untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan lulusan baru.
“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” kata Cris saat meninjau kegiatan tersebut, dalam rilis yang diterima HARIANKOTA.COM, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, pengalaman kerja masih menjadi tantangan bagi banyak lulusan diploma maupun sarjana ketika memasuki pasar kerja. Tidak sedikit perusahaan yang mensyaratkan pengalaman dalam proses rekrutmen.
“Dalam banyak informasi lowongan kerja, sering kali dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara lulusan baru umumnya belum punya bekal tersebut. Karena itu program pemagangan ini penting agar mereka punya pengalaman yang bisa dicantumkan dalam CV,” ujarnya.
Program MagangHub sendiri berlangsung selama enam bulan. Kemnaker memperkirakan program yang saat ini berjalan akan berakhir antara April hingga Juni 2026.
Setelah itu, pemerintah berencana membuka kembali program pemagangan dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan belajar sekaligus pengalaman kerja.
“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan,” tambah Cris.
Dalam kunjungan tersebut, Cris disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Fajar Nur Cahyono.
Fajar menilai pelaksanaan program pemagangan di lapas memberikan manfaat bagi proses pembinaan warga binaan.
“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyarakatan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” kata Fajar.
Dalam kesempatan tersebut, Cris juga berbincang dengan peserta MagangHub yang mengikuti pelatihan di beberapa sektor, salah satunya peternakan.
Salah satu peserta, Anggi, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan pemagangan tersebut. Ia mengatakan awalnya memiliki pandangan berbeda tentang aktivitas di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan seperti peternakan, pertanian, pramuka, hingga konveksi,” ujar Anggi.
Menurutnya, kegiatan pelatihan yang dijalankan tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha. Beberapa produk hasil pelatihan konveksi bahkan sudah dipasarkan secara daring melalui marketplace.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.