Jelang Ramadan 2026, Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Lonjakan Harga Pangan

pengendalian harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 menjadi prioritas seluruh kepala daerah.

chat_bubble_outline 0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hadir di acara High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD

SEMARANG, HARIANKOTA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pengendalian harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 menjadi prioritas seluruh kepala daerah. Ia meminta tidak ada gangguan distribusi maupun permainan harga di pasar.

“Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegasnya dalam High Level Meeting TPID dan TP2DD Jawa Tengah di Semarang.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan saat Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga, terutama komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang merah, dan minyak goreng. Karena itu, bupati dan wali kota diminta aktif mengendalikan harga di wilayah masing-masing.

Gubernur juga meminta setiap daerah memasang dashboard pemantauan harga di pasar-pasar besar agar masyarakat dapat memantau harga secara transparan.

Selain itu, distribusi pangan harus dikawal ketat agar daerah sentra produksi tidak justru mengalami kekurangan pasokan.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menekankan pentingnya perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dari total sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian di Jateng, seluruhnya harus dipertahankan guna menjaga produksi pangan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Mohamad Noor Nugroho menyebut inflasi Jateng Januari 2026 tercatat 2,83 persen (YoY) dengan deflasi 0,35 persen (MtM).

Meski masih terkendali, risiko kenaikan harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional tetap perlu diantisipasi, terutama pada komoditas beras dan cabai.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya