KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Tekanan ekonomi global belum sepenuhnya menggoyahkan aktivitas bisnis di Karanganyar. Pelaku usaha di daerah ini masih mampu menjaga stabilitas operasional, terutama karena biaya energi belum mengalami lonjakan.
Ketua HIPMI Karanganyar, Hervan Miftah Hafidin, mengatakan kondisi dunia usaha saat ini masih cukup kondusif. Aktivitas bisnis berjalan seperti biasa tanpa gangguan berarti.
“Untuk saat ini belum ada dampak signifikan. Dunia usaha masih berjalan normal,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menilai, salah satu penopang utama kondisi tersebut adalah harga BBM yang tetap stabil. Situasi ini membantu pelaku usaha mengontrol biaya produksi dan menjaga harga barang di pasaran.
Menurutnya, kestabilan energi membuat beban operasional tidak meningkat tajam. Dampaknya, keseimbangan usaha tetap terjaga meskipun situasi global sedang tidak menentu.
Meski demikian, ia mengingatkan perlunya langkah antisipatif untuk menjaga kondisi ini tetap bertahan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan cadangan energi nasional.
“Cadangan BBM kita masih terbatas. Ini perlu jadi perhatian agar ke depan lebih aman,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz. Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya bisa dirasakan hingga ke dalam negeri.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat kerja sama internasional di sektor energi serta menambah kapasitas penyimpanan BBM.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah disebut bisa menjadi peluang bagi pelaku ekspor. Nilai jual produk ke luar negeri menjadi lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Namun, kondisi tersebut tetap perlu diimbangi dengan pengendalian inflasi agar biaya produksi tidak ikut meningkat.
Ia menambahkan, sektor industri besar seperti tekstil cenderung lebih rentan terhadap perubahan global dibandingkan UMKM.
Sementara UMKM di Karanganyar dinilai masih cukup aman karena mayoritas pasarnya berada di kawasan Asia Timur.
Hervan juga menegaskan bahwa situasi krisis sering kali melahirkan peluang baru. Ia mencontohkan masa pandemi Covid-19 yang justru mendorong lahirnya banyak usaha baru, terutama di sektor digital.
“Yang penting pelaku usaha bisa beradaptasi. Karena dunia bisnis selalu berubah,” tandasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.